Kegiatan olahraga, kesenian, sekaligus pasar UMKM setiap Minggu ini baru akan dibuka kembali setelah Hari Raya Lebaran.
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto Imam Safi'i mengungkapkan, penutupan sementara CFD dilakukan dari hasil audiensi Paguyuban Pedagang Benpas dengan Pj Wali Kota Mojokerto sebelum bulan Ramadan.
Dengan berbagai pertimbangan, agenda yang baru digelar perdana 18 Februari setelah lama vakum ini harus ditiadakan selama bulan suci.
’’Jadi, arahan pak Pj sementara kegiatan dihentikan dulu untuk menghormati bulan suci Ramadan,’’ terangnya.
Mengingat, sebagian besar UMKM yang bergabung dalam kegiatan Benhitz Vaganza merupakan usaha kuliner.
Karena itu, tutur Imam, di Minggu pertama bulan Ramadan pagi kemarin sudah tidak ada aktivitas di sepanjang Jalan Benpas.
’’Nanti bisa dibuka lagi setelah Lebaran sesuai formulasi yang awal,’’ tandasnya.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya tetap dilakukan monitoring dan evaluasi bersama oleh Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Mojokerto.
Sebab, pemanfaatan ruas Jalan Benpas hanya diperbolehkan hanya untuk kegiatan olahraga, kesenian, dan wisata kuliner dengan beberapa persyaratan.
’’Berdasarkan rekomendasi forum lalu lintas, kegiatan tersebut masih tahap uji coba dan terus kami lakukan evaluasi,’’ tuturnya.
Persyaratan yang harus dipatuhi antara lain area kegitan yang hanya boleh dilakukan di satu ruas jalan, yakni di lajur selatan Jalan Benpas.
Karena lajur di sisi utara tetap difungsikan untuk dilalui kendaraan. Selain itu, jam operasional juga tidak lebih dari 4 jam terhitung mulai pukul 05:00 hingga 09:00.
’’Termasuk masalah kebersihan juga. Nanti habis lebaran kami rapat evaluasi lagi, kalau tidak ada pelanggaran dan berjalan dengan baik ya masih bisa lanjut,’’ pungkasnya.
Selain dengan forum lalu lintas, pemantauan juga dilakukan lintas OPD di lingkungan Pemkot Mojokerto. Baik Dishub, Diskopumperindag, DPUPR Perakim, BPKPD, Dinkes PPKB, DLH, hingga Satpol PP Kota Mojokerto. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah