Terobosan ini sebagai bank data untuk memudahkan laporan koperasi di Bumi Majapahit sekaligus monitoring kesehatan dan penilaian kinerja keuangan koperasi secara digital.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Kabupaten Mojokerto Abdulloh Muhtar mengatakan, Sikomo dikhususkan untuk koperasi saja bukan untuk pelaku usaha mikro yang sebelumnya dinamai Sikomik alias Sistem Informasi Koperasi dan Usaha Mikro.
’’Peruntukannya untuk memanajemen laporan tahunan koperasi di Kabupaten Mojokerto, karena setiap tahun wajib melaporkan hasil rapat anggota tahunan (RAT),’’ ungkapnya.
Aplikasi ini selain menjadikan sistem kerja yang lebih efisien, juga memberikan manfaat kepada masyarakat secara umum.
’’Jadi, efisiensi kerja ini pasti, karena koperasi bisa laporan dari mana saja, tidak harus ke kantor kami secara manual,’’ tuturnya.
Sebaliknya, jika nanti koperasinya belum bisa melaporkan secara digital, input data ke Sikomo ini bisa dibantu staf diskopum.
Sebab, inovasi Sikomo ini untuk mempermudah laporan dari koperasi-koperasi aktif di Kabupaten Mojokerto.
’’Dari laporan itu akan diolah oleh aplikasi terkait tingkat kesehatan koperasi dengan 4 variabel 62 indikator dengan predikat sehat, cukup sehat, dalam pengawasan dan dalam pengawasan khusus,’’ paparnya.
Bagi yang berpredikat sehat dan cukup sehat lanjut Muhtar, akan ditindaklanjuti dengan penilaian kinerja keuangan koperasi dengan empat predikat. Meliputi, berkualitas, cukup berkualitas, kurang berkualitas dan tidak berkualitas.
’’Untuk koperasi yang masuk kategori sehat dan cukup sehat juga akan diberikan sertifikat hasil pemeriksaan tingkat kesehatan yang dilengkapi dengan sejumlah indikator nilai,’’ tuturnya
Hasil yang tidak berkualitas ini akan menjadi PR bagi diskopum untuk melakukan pembinaan. Meliputi, koperasi yang dalam pengawasan dan pengawasan khusus.
’’Itu yang menjadi objek pembinaan. Termasuk koperasi yang tidak aktif juga menjadi PR kita, bagaimana caranya diaktifkan,’’ ujarnya.
Apalagi, manfaat koperasi ini cukup banyak. Khususnya terkait pertumbuhan ekonomi. Dengan sistem usaha yang berputar, dari, oleh, dan untuk anggota, keuntungan koperasi juga akan kembali ke anggota.
Muhtar mengungkapkan, dengan aplikasi Sikomo, pengurus koperasi akan banyak diuntungkan. Baik model laporan yang cukup elektronik maupun feedback hasil penilaian tingkat kesehatan dan tingkat kinerja keuangannya secara otomatis.
Pun demikian juga bagi masyarakat dan stakeholder lain. Mereka akan dapat mengetahui dan monitor bagaimana gambaran perkembangan koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Mojokerto.
’’Masyarakat tidak ragu lagi dengan kesehatan koperasi, karena data-data yang kita sajikan pada Sikomo ini dapat diakses secara umum, termasuk juga dilengkapi neraca tahunan masing-masing koperasi,’’ paparnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah