Tidak hanya infrastruktur, pembangunan sosial dan ekonomi juga mulai dibentuk guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bukti konkret, Pemdes Karangasem telah meresmikan Pendapa dan BUMDes beserta armada pengangkut barang yang telah dibangun sejak tahun lalu.
Termasuk mobil siaga desa yang turut diresmikan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, 3 Desember lalu. Tidak berhenti di situ, Pemdes juga berharap akan ada pembangunan yang lebih progresif di tahun ini.
Sehingga karangasem terbebas dari ketertinggalan dan berevolusi menjadi desa tangguh dan mandiri.
’’Selama dua tahun ini kami mengejar ketertinggalan setelah sebelumnya masuk kategori indeks desa tertinggal (IDT). Setelah ini, kami berusaha menuju ke level desa mandiri,’’ ujar Kades Karangasem, Cipto Sutrisno.
Selain pendapa dan alat transportasi, pemdes juga membenahi jalan lingkungan dan jalan usaha tani (JUT) sebagai peningkatan infrastruktur desa.
Setidaknya 3 kilometer (Km) jalan kini telah tersambung antardusun dan antardesa dengan melewati persawahan. Dengan begitu, maka akses masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian tidak lagi terbatasi.
Termasuk bagi 2 ribu jiwa penduduk lainnya yang telah dimudahkan dalam mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.
’’Jalan lingkungan dan jalan usaha tani ini kombinasi antara sumber dari Dana Desa dengan dari APBD Pemkab Mojokerto. Selama ini kami terlalu jauh dan terbatas untuk menjangkau pusat kecamatan Kutorejo yang jaraknya sampai 11 km,’’ tambahnya.
Cipto juga menambahkan, untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, pihaknya juga mulai mengonsep objek wisata hiburan dan keluarga ramah lingkungan.
Yakni, dengan memanfaatkan jalan dan tanah kas desa sebagai pusat hiburan setiap akhir pekan tiba atau pasar minggu.
Dengan begitu, maka perputaran uang ke desa Karangasem akan semakin besar. ’’Nanti masyarakat bisa berdagang di situ dengan menjajakan kuliner khas atau juga kerajinan tangan khusus,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah