Melalui inovasi Si Mas Dolan ke Dawar, berbagai upaya untuk memfasilitasi produk unggulan itu dijalankan pihak kecamatan.
Program Si Mas Dolan ke Dawar alias Fasilitasi Pemasaran Produk Unggulan Kecamatan Dawarblandong adalah inovasi yang mendorong peningkatan produksi dan memperluas jangkauan pasar.
’’Harapan akhirnya perekomian masyarakat terfasilitasi dan semakin meningkat,’’ kata Camat Dawarblandong Akhmad Taufiq, Selasa (27/2).
Upaya fasilitasi itu seperti yang dijalankan Taufiq hampir seharian kemarin. Tim Jawa Pos Radar Mojokerto berkesempatan mengikuti pria ramping berkacamata itu menyambangi sejumlah desa di wilayahnya. Rumah Teknologi Tepat Guna (TTG) Desa Sumberwuluh menjadi jujukan pertama.
Bengkel itu telah menghasilkan berbagai mesin yang membantu kegiatan industri pertanian dan ekonomi kreatif. Sebut saja mesin roasting kopi, mesin peras santan, pencacah rumput, pencacah plastik, pengering hasil panen, pengupas kulit ari kedelai, pencabut bulu ayam, pengaduk adonan bakpau, hingga mesin bumbu.
Terbaru, para mekanik yang dinaungi pemdes dalam organisasi Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Sumber Outoen tersebut memproduksi mesin peras santan dan kompor berbahan bakar oli bekas dan minyak jelantah.
Saat Taufiq tiba di bengkel, Kades Sumberwuluh Kunardi dan Ketua Posyantek M. Anwar sedang bersiap untuk berangkat ke Surabaya.
Mereka akan mempresentasikan mesin peras santan dalam lomba kategori TTG yang digelar Pemprov Jatim.
Taufiq menungkapkan, Posyantek yang berkerja sama dengan BUMDes Harapan Baru ini berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas pada sektor ekonomi dan pertanian warga.
’’Dengan adanya inovasi manufaktur dalam hal modernisasi alat ini, masyarakat pun terbantu, begitu juga dengan pelaku UMKM,’’ tutur camat 54 tahun tersebut.
Dari desa di wilayah sisi barat itu, Taufiq beranjak ke Desa Pucuk. Desa yang berada di batas selatan ini tengah memiliki ikon baru, yakni aneka olahan kuliner belalang.
Dalam sehari, penjual bisa menghabiskan 8 kilogram belalang. Jumlah itu meningkat hampir dua kali lipat saat hari libur.
Taufiq memberi dorongan kepada para pelaku UMKM dan pemdes setempat agar memaksimalkan setiap potensi yang ada. Misalnya, dengan rencana Pemdes Suru yang akan memanfaatkan tanah kas desa untuk kawasan pujasera.
’’Potensi desa kita dorong agar terus berkembang secara alamiah sesuai dengan karakter desa,’’ ulasnya.
Beranjang ke Dusun Wotgaru, Desa Pucuk, kali ini camat yang menjabat sejak Agustus 2023 itu menilik produksi berbagai olahan hasil pertanian yang dijalankan Kelompok Tani Sumber Rejeki.
Di sana, cabai dengan kualitas top diolah menjadi sambal bajak dan sambal tabur. Selain itu, olahan stik kelor hingga minuman kunyit asem juga berkembang pesat bahkan sampai terjual ke Jakarta.
Kawasan Kecamatan Dawarblandong memang dikenal sebagai sentra pertanian lombok. Kondisi ini bahkan menginspirasi warga Desa Temuireng untuk memproduksi kerajinan kain batik bermotif cabai dan jagung.
Ke depan, Taufiq menegaskan, upaya fasilitasi oleh pihak kecamatan akan kian dikonkritkan dengan mendirikan galeri produk-produk unggulan.
Mula-mula di kantor kecamatan yang memajang display produk supaya semakin dikenal. Upaya ini juga dijalankan dengan menggandeng Komunitas Wirausaha Kecamatan Dawarblandong. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah