Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemkot Mojokerto Minta ASN Beli Beras di Pracangan TPID, Pembelian Maksimal 15 Kg per Bulan, Mas Pj: Masyarakat Jangan Panik!

Rizal Amrulloh • Selasa, 27 Februari 2024 | 15:15 WIB

PANTAU KETERSEDIAAN: Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro bersama jajaran forkopimda saat meninjau stok beras di gudang Bulog Cabang Surabaya Selatan, Senin (19/2).
PANTAU KETERSEDIAAN: Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro bersama jajaran forkopimda saat meninjau stok beras di gudang Bulog Cabang Surabaya Selatan, Senin (19/2).
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Di tengah tingginya harga dan minimnya stok beras di pasaran, Pemkot Mojokerto meminta aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli beras premium di pracangan TPID.

Jumlah pembelian juga dibatasi hanya 15 kilogram (kg) per bulan guna menjaga ketersediaan barang.

Arahan dan pembatasan pembelian beras premium bagi ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto tersebut dituangkan melalui Surat Edaran (SE) Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Nomor 100.3.4.3/271/417.102.1/2024.

Dalam SE yang diterbitkan tanggal 20 Februari 2024 itu berisi beberapa instruksi bagi para abdi negara di lingkungan Pemkot Mojokerto.

Salah satunya agar membeli beras premium di pracangan TPID yang telah ditentukan. Yakni di Koperasi Tri Madya yang berada di Jalan Empunala, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari.

’’Harga beras premium memang naik sampai Rp 16 ribu, bahkan stok sempat kosong di retail yang merupakan franchise besar. Karena itu, ASN Kota Mojokerto kita arahkan untuk membeli beras premium dari bulog,’’ jelas Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, Senin (26/2).

Melalui SE tersebut, jelas dia, bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras di pasaran. Terutama beras medium agar tetap mudah dijangkau masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Terlebih, mendekati momen Ramadan yang biasanya diikuti dengan meningkatnya permintaan terhadap bahan pokok.

Agar tidak terjadi fenomena panic buying, maka ASN diimbau tidak membeli di pasar. ’’Kami jaga masyarakat supaya tidak panik menjelang Ramadan,’’ tandas dia.

Di samping itu, tutur Ali Kuncoro, Pemkot Mojokerto juga menerapkan pembatasan pembelian.

Agar tidak terjadi kekosongan stok, tiap ASN paling banyak hanya boleh membeli 15 kg beras per bulan.

Melalui SE tersebut, Pj wali kota juga melarang beras premium untuk diperjual belikan.

Instruksi ASN ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan beras di gudang Bulog Cabang Surabaya Selatan, Senin (19/2).

Selain itu, Pemkot Mojokerto juga menggeber pasar murah yang dilaksanakan di 18 kelurahan hingga Ramadan atau akhir Maret mendatang. (ram/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#ali kuncoro #pemkot #mas pj #mojokerto #beras