Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Beras Medium Alami Kelangkaan, Hasil Sidak Tim Satgas Pangan Polres Kota Mojokerto, Pemkot Geber Pasar Murah hingga Ramadan

Farisma Romawan • Sabtu, 24 Februari 2024 | 12:55 WIB

MELOMPONG: Tim satgas pangan Polres Mojokerto Kota mengecek ketersediaan beras di Supermarket Superindo Kota Mojokerto, kemarin.
MELOMPONG: Tim satgas pangan Polres Mojokerto Kota mengecek ketersediaan beras di Supermarket Superindo Kota Mojokerto, kemarin.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kemarin, sejumlah supermarket dan agen besar di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto disidak tim satgas pangan untuk mengecek ketersediaan stok dan harga beras yang beredar. Sementara, Pemkot menggeber pasar murah hingga Ramadan yang digilir di seluruh kelurahan.

Hasilnya, tim yang terdiri dari Satreskrim, Diskopukmperindag, Disperta, dan BPS Kota Mojokerto ini menemukan dua jenis beras yang stoknya minim bahkan kosong.

Utamanya jenis medium yang sudah tidak tersedia di agen dan toko sejak sepekan terakhir. Sementara untuk beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), juga mulai mengalami penipisan stok.

Seperti yang terlihat di supermarket Superindo yang tak satupun beras medium dan premium kemasan terlihat dijual di rak. Petugas gabungan ini hanya menemukan beras khusus yang dijual seharga Rp 149 ribu per 5 kilogram (kg).

Sedangkan di dua toko besar di Pasar Tanjung Anyar, petugas juga hanya mendapati beras premium yang masih tersedia. Hanya saja, stoknya hanya bisa tercukupi sampai 10 hari kedepan.

Untuk beras jenis medium dan SPHP, justru nihil alias kosong. Padahal, bulog biasa memberikan dropping beras 1 sampai dua pekan sebelumnya. ’’Dari sidak di agen beras di Pasar Tanjung Anyar, beras bulog SPHP sudah habis. Beras medium juga nihil. Yang tersedia hanya beras premium produksi wilmar dan stok masih ada,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Achmad Rudi Zaeny.

ANTUSIAS: Warga saat mengantre di lokasi pasar murah yang digelar di kantor Kelurahan Magersari, Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto, Rabu (21/2).
ANTUSIAS: Warga saat mengantre di lokasi pasar murah yang digelar di kantor Kelurahan Magersari, Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto, Rabu (21/2).

Meski demikian, Rudi mengaku harga jual beras terhitung masih stabil atau tidak ada kenaikan signifikan. Dimulai dari beras SPHP yang dijual senilai Rp 10.900 per kg atau Rp 54.500 per 5 kg.

Sedangkan untuk beras premium dihargai sebesar Rp. 15.500 per kg sementara beras Bramu Pacet dilabeli senilai Rp 16 ribu per kg. Pun demikian beras khusus, dihargai Rp 149 ribu per 5 kg. ’’Kami pantau harga dan jumlah pasokannya. Jika terdapat ada yang tidak sesuai, maka akan kami tindak lanjuti,’’ tegasnya.

Hingga saat ini, Rudi bersama Pemkot Mojokerto melalui Diskopukmperindag dan Disperta terus mengupayakan agar komoditas pangan utama masyarakat Kota Mojokerto tercukupi tanpa ada kelangkaan. Tentunya dengan nilai harga yang tetap terjangkau oleh masyarakat.

’’Akan kami koordinasikan dan laporkan ke pimpinan dan pemerintah kota setiap harinya, sehingga stok pangan di pasar tidak sampai terjadi kelangkaan,’’ pungkasnya.

Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro saat meninjau pasokan beras di Gudang Bulog Cabang Mojokerto, Senin (19/2/2024)
Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro saat meninjau pasokan beras di Gudang Bulog Cabang Mojokerto, Senin (19/2/2024)

Sementara itu, Pemkot Mojokerto kembali menggulirkan pasar murah yang akan digeber hingga Ramadan. Kali ini, pelaksanaannya digulirkan begiliran di seluruh kelurahan dengan komoditas utama beras untuk menekan harga di pasaran.

Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro menuturkan, pasar murah dilaksanakan selama tiga hari dalam sepekan hingga akhir Maret mendatang. Jika sebelumnya hanya menjangkau di pasar tradisional, kali ini disebar merata di 18 kelurahan se-Kota Mojokerto.

’’Operasi pasarnya kita perluas di masing-masing kelurahan, sehingga lebih mudah dijangkau oleh warga,’’ terangnya, Kamis (22/2).

Pasar murah digulirkan sejak Rabu (21/2) yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Magersari, Jalan Hayam Wuruk. Kemarin, giliran Kelurahan Miji yang menjadi titik lokasi operasi pasar.

PASAR MURAH: Warga antre membeli sembako murah di Pasar Rakyat Ketidur, Kota Mojokerto, Jumat kemarin. Pemkot Mojokerto akan memperluas operasi pasar seiring masih mahalnya harga beras.
PASAR MURAH: Warga antre membeli sembako murah di Pasar Rakyat Ketidur, Kota Mojokerto, Jumat kemarin. Pemkot Mojokerto akan memperluas operasi pasar seiring masih mahalnya harga beras.

Masing-masing dijatah 2 ton beras program SPHP yang dijual Rp 51.000 per kemasan 5 kilogram (kg) atau setara 10.200 per kg. ’’Pembelian beras kita batasi maksimal 10 kg, tentunya ini agar semua warga bisa mendapatkan beras dengan harga murah,’’ papar dia.

Selain beras, pasar murah juga menyediakan komoditas bawang merah dan bawang putih yang masing-masing dijual Rp 20.000 per kg dan Rp 26.000 ribu per kg. Di samping untuk stabilisasi harga, kegiatan operasi pasar juga diharapkan bisa mencukupi peningkatan kebutuhan masyarakat hingga bulan puasa yang nanti.

’’Karena kebutuhan masyarakat tinggi, maka otomatis ketika stok semakin menipis maka harga akan semakin naik. Jadi saya minta tolong ketika puasa kita sederhana saja,’’ tuturnya.

Sesuai jadwal, pasar murah akan dilaksanakan hingga 29 Maret mendatang. Di samping itu, Pemkot juga telah berkoordinasi dengan Polres Mojokerto untuk mengantisipasi praktik penimbunan bahan pokok.

PANTAU LANGSUNG: Sekdakot Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo saat melakukan sidak di Pasar Tanjung Anyar/salah satu agen beras di Lingkungan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Jumat (16/2).
PANTAU LANGSUNG: Sekdakot Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo saat melakukan sidak di Pasar Tanjung Anyar/salah satu agen beras di Lingkungan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Jumat (16/2).

Sementara itu, Kasiani salah satu warga Kelurahan Magersari mengatakan, harga beras di pasar saat ini masih tinggi. Bahkan, untuk kategori beras premium kini sudah menembus Rp 16.400 per kg untuk jenis Bramo. Demikian dengan beras IR 64 yang juga menyentuh Rp 14.800 per kg.

Baca Juga: Dilanjutkan, Bantuan Pangan Beras 10 Kg Jatah Februari di Mojokerto Tunggu Rakor dengan Kades,

’’Ada yang Rp 15.000 (per kg), lihat-lihat berasnya. Padahal sebelumnya pas harga normal itu Rp 12.500 (per kg),’’ tandasnya saat membeli beras di pasar murah, Rabu (21/2).

Karena itu, dia memilih untuk rela ikut mengantre guna mendapatkan beras dengan harga yang lebih murah. Dalam operasi pasar tersebut, Kasieni membeli 10 kg beras seharga Rp 102.000. ’’Karena lebih murah dibanding di pasar,’’ pungkas dia. (far/ram/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kota #mojokerto #beras