Bentuknya berupa budi daya ikan lele di 13 kolam yang tersebar di Dusun Karangbendo dan Dusun Rangkah.
Selain untuk memenuhi gizi masyarakat, program ini juga untuk membangkitkan kembali matapancaharian warga yang telah lama mati suri.
Meski baru berjalan dua tahun, namun program perikanan ini mampu memetik banyak keuntungan.
Ratusan kilogram ikan lele mampu mereka panen dan jual ke masyarakat sekitar dengan harga miring.
Melibatkan 40 warga yang dikoordinir BUMDes setempat, budidaya ikan berkumis ini juga mampu memasok gizi masyarakat tanpa harus kesulitan mencari keluar daerah.
’’Tujuan awal kami adalah untuk memasok kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak agar mendapat asupan makan yang layak. Setelah dua tahun ini, kami bertekad untuk dikembangkan ke program yang lebih serius dan bernilai ekonomi tinggi,'' ujar Kepala Desa Sumberjati, Indra Ari Kusuma.
''Kebetulan, dulu beberapa warga desa Sumberjati juga pernah menjadi pembudidaya ikan dan menjadi kelompok petani ikan. Sehingga ilmu budidayanya masih ada,’’ ujarnya.
Mulai tahun depan, pemdes bersama BUMDes juga berencana akan mengembangkan ke program yang lebih serius. Yakni pengolahan hasil panen yang akan direalisasikan lewat produksi lele kemasan siap saji.
Program pertanian berkelanjutan ini sekaligus untuk meningkatkan perekonomian warga. Di mana, warga tidak sekadar sebagai konsumen dan pemasok ikan.
Melainkan sebagai produsen dan distributor makanan setengah jadi untuk dijual ke pasar modern.
’’Mungkin lele hasil panen akan kami kemas menjadi makanan setengah jadi. Atau, berupa lele bumbu kemasan. Dengan pengolahan seperti itu, warga bisa berkontribusi memasok bahan baku lele dan juga bumbu. Sekaligus juga sebagai marketing untuk didistribusikan ke pasar yang lebih luas,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah