Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jadi Penyebab Banjir, Jembatan di Jetis Mojokerto Dibongkar

Khudori Aliandu • Sabtu, 17 Februari 2024 | 21:50 WIB

PENANGANAN: Pemkab Mojokerto berkolaborasi dengan Pemprov Jatim membongkar sejumlah jembatan yang menjadi penyebab banjir di Desa/Kecamatan Jetis, kemarin (16/2).
PENANGANAN: Pemkab Mojokerto berkolaborasi dengan Pemprov Jatim membongkar sejumlah jembatan yang menjadi penyebab banjir di Desa/Kecamatan Jetis, kemarin (16/2).
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto membongkar sejumlah jembatan yang menjadi penyebab banjir di Desa/Kecamatan Jetis, kemarin (16/2). Konstruksi yang terlalu rendah mengakibatkan aliran sungai tersendat.

Camat Jetis Madya Andriyanto mengatakan, penanganan banjir di kawasan Jetis langsung dilakukan.

Kemarin, pemerintah daerah berkolaborasi dengan bidang sumber daya alam Pemprov Jatim langsung menerjunkan alat berat ke lokasi. ’’Dari hasil asesmen, ada dua jembatan yang kita bongkar,’’ ungkapnya.

Menurutnya, pembongkaran jembatan ini karena diduga menjadi penyebab terjadinya banjir di kawasan Jetis sebelumnya.

Selain merendam permukiman warga, juga membuat arus lalu lintas tersendat akibat derasnya luapan air ke jalan raya. Jembatan itu terlalu rendah dan menyebabkan aliran air tidak lancar.

’’Di lain sisi, sampah yang terbawa air juga tersangkut di jembatan ini. Akibatnya air meluap ke permukiman warga dan jalan raya,’’ paparnya.

Setidaknya terdapat 27 rumah terdampak bencana banjir di Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Senin, (22/1).

Tak hanya pembongkaran jembatan, dalam penanggulangan banjir susulan, pemda juga melakukan normalisasi sungai yang bermuara ke Kali Mas tersebut.

Selain terjadi penyempitan di beberapa titik, sedimennya juga cukup menumpuk di aliran tersebut. Kondisi itu menjadikan aliran sungai tak bisa menampung secara maksimal di tengah derasnya air di musim hujan.

’’Hasil koordinasi dengan provinsi, di sisi selatan depan masjid itu nanti kita lebarkan agar tidak terjadi penyempitan dan sungai bisa menampung secara maksimal saat hujan deras,’’ tuturnya.

Dengan pembongkaran jembatan dan normalisasi ini, diharapkan tidak sampai terjadi banjir susulan lagi. Selain merugikan warga setempat, derasnya air yang meluber ke jalan raya juga mengakibatkan arus lalu lintas terganggu.

Apalagi, simpang empat Jetis ini menjadi titik pertemuan lalu lintas dari berbagai daerah. Meliputi Gresik, Surabaya dan Lamongan.

’’Prinsipnya, harapan kita, normalisasi ini agar tidak sampai meluap lagi ke permukiman warga, termasuk di jalan raya. Karena setiap hari lalu lintas di simpang empat Jetis kan padat karena menjadi jalur provinsi,’’ paparnya. (ori/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#jembatan #banjir #jetis #mojokerto