Hingga kemarin, masih ada satu desa yang belum disalurkan setelah ada instruksi penghentian dari badan pangan nasional.
Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto, Riduwan membenarkan jika penyaluran bantuan pangan beras 10 kilogram di Bumi Majapahit belum rampung.
Jika sesuai jadwal harusnya tuntas pada Rabu (7/2), faktanya masih ada desa yang belum disalurkan.
’’Masih ada satu desa yang belum tersalurkan, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas,’’ ungkapnya.
Sesuai data yang diperoleh, di Desa Tamiajeng, setidaknya ada 176 keluarga penerima manfaat (KPM) yang jadi sasaran.
Penyalurannya pun seharusnya dijadwalkan pada Rabu (7/2). Hanya saja, karena keterbatasan tim penyalur membuat satu desa ini kancrit.
Sementara tidak bisa dilanjutkan pada Kamis (8/2) lantaran ada instruksi penghentian dari badan pangan nasional.
Alasannya tak lain untuk menjaga kondusifitas jelang pemilu 14 Februari.
’’Sesuai surat edaran yang kami terima, penyaluran bantuan canangan pangan pemerintah untuk bantuan pangan beras dihentikan dulu selama tujuh hari. Sejak 8 Februari sampai 14 Februari. Jadi, untuk yang Tamiajeng itu akan disalurkan usai pemilu,’’ paparnya.
Pun demikian dengan penyaluran bantuan pangan beras berikutnya atau jatah Februari hingga kini pemda juga masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Yang pasti, penyaluran bakal dilanjutkan setelah penyaluran untuk jatah Januari tuntas.
Sebab, selain satu desa tersebut, hingga kini dispari juga belum mendapat data secara utuh untuk beberapa desa dari PT Yasa sebagai penyalur.
’’Jadi kita tuntaskan dulu jatah Januari ini setelah pemilu, setelah itu baru kita evaluasi bersama tim untuk penyaluran berikutnya. Karena sesuai evaluasi ada perubahan data penerima juga,’’ paparnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah