Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cuaca Ekstrem, Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro Imbau Warga Hindari Wisata Alam

Rizal Amrulloh • Selasa, 13 Februari 2024 | 14:50 WIB

IMBAUAN: Pj  Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro menyalami para ASN usai memimpin apel ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto di halaman parkir GOR dan  Seni Mojopahit, Senin (12/2).
IMBAUAN: Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro menyalami para ASN usai memimpin apel ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto di halaman parkir GOR dan Seni Mojopahit, Senin (12/2).
SEMENTARA itu, musibah yang menimpa pasangan suami istri (pasutri) asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari menyebabkan rasa duka mendalam bagi keluarga dan Pemkot Mojokerto.

Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro berpesan agar insiden kecelakaan air itu juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk mewaspada cuaca ekstrem dengan menghindari tempat yang berisiko terjadi bencana alam. 

Ali Kuncoro mengungkapkan rasa belasungkawa atas peristiwa yang terjadi di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (10/2) lalu.

Mengingat, hingga hari ketiga pascakejadian, baru satu korban  atas nama Ririn Martiningsih, 53, yang berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia.

’’Yang satunya lagi, Bapak Ari Budi Yuwono sampai saat ini jenazahnya belum diketemukan,’’ ungkapnya saat memimpin apel Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Mojokerto di halaman parkir GOR dan Seni Mojopahit, Senin (12/2) pagi. 

Dalam kesempatan tersebut, Pj wali kota mengimbau kepada abdi negara maupun masyarakat Kota Mojokerto untuk mengantisipasi cuaca buruk yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Salah satunya dengan menghidari tempat-tempat yang berpotensi terjadi bencana di tengah musim hujan yang diprediksi turun hingga beberapa waktu ke  depan. 

Tak terkecuali saat memilih destinasi wisata untuk menghabiskan waktu liburan.

’’Karena memang saat ini puncak curah hujan sudah semakin tinggi. Sekali lagi, tolong dihindari dulu tempat wisata yang bersifat atau bernuansa alam,’’ tandas sosok yang juga Kepala Dispora Provinsi Jatim ini. 

Terlebih, belakangan di wilayah Kota Mojokerto maupun daerah di sekitarnya masih kerap dilanda hujan deras disertai angina kencang.

Kondisi alam tersebut yang membuat risiko terjadinya bencana alam semakin meningkat. ’’Terkadang cuaca yang anomali tidak bisa kita prediksi,’’ papar dia. 

Faktor cuaca ekstrem tersebut juga yang menjadi penyebab terjadinya musibah dari mendiang Ririn Murtiningsih dan Ari Budi.

Pasutri tersebut dilaporkan hanyut terseret air bah saat bermain air bersama keempat ponakannya di Kali Banyak, Dusun Watutumang, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Sabtu (10/2) lalu.

Tiba-tiba debit air di anak Kali Kromong tersebut meningkat drastis akibat hujan deras menguyur di wilayah hulu. 

Beruntung empat anak AM, 15; IB, 10; AT, 6; dan KS, 6, berhasil menyelamatkan diri. Hingga kemarin, pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Untuk membantu penyisiran, Pemkot Mojokerto juga menerjunkan personel Satlak Penanggulangan Bencana, Tagana, dan PMI Kota Mojokerto.

’’Mulai hari pertama, kedua, dan sampai sekarang masih dilakukan pencarian bersama tim SAR,’’ sambung Kepala Dinsos P3A Kota Mojokerto Choirul Anwar. 

Sebelumnya, Pj wali kota juga meninjau langsung proses pencarian korban di tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah satu jenazah berhasil ditemukan, Ali Kuncoro didampingi sejumlah jajaran pemkot melakukan takziah ke rumah duka. 

Selain menyampaikan ucapan duka, Pj wali kota juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban. (ram/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#ali kuncoro #kota #pasutri #pj wali kota #mojokerto #hanyut