Tebing setinggi 8 meter di tiba-tiba runtuh hingga menutupi separo jalan. Akibatnya, arus lalu lintas dari dua arah tersendat selama 4 jam.
Beruntung, saat longsor terjadi, tak ada satupun pengendara yang melintas. Sehingga reruntuhan tanah dan batu tak sampai menimbulkan korban jiwa.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 14.00. Saat itu, kawasan Pacet dan Trawas tengah diselimuti awan mendung dan hujan deras sejak pukul 11.00.
Tak berselang lama, tebing yang sudah menggantung sepanjang 10 meter ini tiba-tiba runtuh akibat tergerus derasnya air hujan.
Saking derasnya, material tanah dan bebatuan sampai berserakan hingga menutupi lebih dari separo badan jalan.
’’Hujan turun sejak pukul 11.00 siang. sedangkan reruntuhan selang terjadi tiga jam setelahnya,’’ ujar relawan semangat sesama (Sese), Sarfin Hadi.
Beruntung, saat peristiwa terjadi, kondisi jalanan tengah sepi dari lalu lintas kendaraan, baik dari arah pacet maupun sebaliknya.
Relawan bersama BPBD Kabupaten Mojokerto lantas mengevakuasi material longsor agar tidak menutupi jalanan. Termasuk mendatangkan alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat pemindahan reruntuhan longsor ke tempat yang lebih aman.
Evakuasi baru berakhir dan situasi lalu lintas kembali normal selang 4 jam setelahnya atau tuntas tepat pukul 18.00.
’’Didatangkan alat berat dan mobil pengangkut material oleh BPBD. Ketebalan longsornya sekitar dua meter, ketinggian 8 meter dan lebarnya sekitar 10 meter. Setidaknya menghabiskan 20 kali angkutan mobil pick up untuk mensterilkan jalanan dari material longsor,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah