Anggaran sebesar Rp 12 miliar telah disiapkan untuk melengkapi beberapa wahana di tahap kedua ini.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Mojokerto Rachmi Widjajati mengungkapkan, sumber anggaran untuk pekerjaan lanjutan proyek TBM berasal dari dana alokasi khusus (DAK) dan APBD.
Dari total pagu sekitar Rp 12.050.322.000 dialokasikan untuk kembali melanjutkan pekerjaan infrastruktur. ”Ya, sebagian besar untuk pekerjaan fisik,” terangnya, kemarin.
Sentuhan pekerjaan akan tetap difokuskan di area TBM. Tepatnya di kawasan Jembatan Rejoto di bantaran Sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Di tahap dua ini, jelas Rachmi, salah satu yang menjadi pekerjaan utama adalah melengkapi wahana yang menjadi daya tarik wisata.
”Khususnya untuk amphitheater dan camping ground,” tandas Rachmi.
Kedua wahana tersebut akan melengkapi taman budaya dan deretan bangunan hasil proyek tahap pertama yang diresmikan akhir 2023 lalu.
Dan, proyek lanjutan TBM ini juga kembali dimasukkan dalam daftar 10 proyek strategis Kota Mojokerto di 2024 ini.
Terkait pelaksanaan, Rachmi menyatakan masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
Karena dokumen tersebut akan menjadi acuan untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Terlebih, proyek TBM merupakan bagian integral dari Kawasan Strategis Nasional (KSPN) Trowulan.
”Kami masih menunggu juknisnya, kalau sudah turun nanti akan langsung kita proses,” papar Mantan Camat Kranggan ini.
Untuk diketahui, proyek pembangunan TBM tahap pertama tahun lalu telah menelan anggaran sebesar Rp 15,7 miliar.
Proyek ini meliputi pembangunan gedung PIC atau pusat informasi, menara pandang, gazebo, stan kuliner, tempat parkir, hingga lanskap.
Termasuk di dalamnya juga dibangun belasan unit kios cenderamata dan pengadaan 15 unit perahu susur sungai. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah