Salah satunya dengan memanfaatkan kawasan lapangan desa sebagai pusat hiburan dan olahraga paling representatif.
Bermacam event, turnamen, hingga kompetisi terus digaet agar bisa terlaksana dengan baik.
Dengan rentetan event, maka perputaran ekonomi lebih meningkat dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengais rezeki lebih banyak lagi.
Apalagi, pemdes setempat telah membangun 23 kios yang berdiri mengitari lapangan.
Dari puluhan kios itu, 17 di antaranya kini telah ditempati warga untuk aktivitas jual beli baik makanan dan minuman ringan hingga kebutuhan sehari-hari.
’’Sudah ada 17 kios yang ditempati. PR-nya tinggal bagaimana meramaikan kawasan olahraga itu dengan bermacam event atau turnamen sepak bola yang bisa digelar setiap bulannya,’’ ujar Kades Kenanten, Rameli.
Meski hanya lapangan desa, namun Rameli mengaku kualitas tanah dan rumput yang tersedia cukup rata dan baik.
Didukung dengan perawatan yang konsisten, membuat pemain kian dimanjakan dengan empuknya lapangan.
Tak jarang tim profesional turut menjajal dan menyewa lapangan haik untuk sarana latihan dan seleksi hingga lima tahun.
’’Ada tim Liga 3 asal Mojokerto, AC Majapahit yang menyewa lapangan sampai lima tahun. Termasuk PSMP dan tim-tim lain yang biasa menggelar uji coba,’’ tandasnya.
Nah, untuk lebih memeriahkan, pemdes berencana menggaet investor untuk bisa menggelar turnamen sepak bola lebih banyak lagi.
Termasuk event hiburan seperti konser atau salawatan yang dapat menggaet massa lebih banyak lagi.
Dengan begitu, maka aktivitas jual beli di sekitar lokasi baik di deretan kios hingga pedagang kali lima (PKL) turut meningkat. Sehingga perekonomian warga bisa terangkat lebih tinggi lagi.
’’Biasanya dipakai untuk pasar minggu dan banyak dipadati pengunjung dari luar desa,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah