Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, pemangkasan pohon dilakukan secara berkala sejak menjelang musim penghujan pada pertengahan Desember 2023 lalu.
Hingga saat ini, upaya serupa masih terus dilakukan dengan menyasar pohon peneduh di tepi jalan protokol kota. ”Kami antisipasi utamanya untuk pohon yang berpotensi membahayakan,” terangnya.
Pemangkasan pohon menyasar di sepanjang tepi Jalan Pahlawan, Gajah Mada, Bhayangkara, dan Jalan Hayam Wuruk. Selain berpotensi membahayakan, lebatnya batang pohon peneduh tersebut juga telah menutupi lampu penerangan jalan umum (PJU).
”Mulai besok (hari ini, Red) akan kami lanjutkan di sepanjang Randegan, Ahmad Dahlan sampai dengan Jalan HOS Cokroaminoto,” tandas dia.
Seiring tingginya intensitas hujan disertai angin kencang belakangan ini, DLH juga mengakomodir laporan warga yang masuk di kanal pengaduan Sapa Mas Pj Wali Kota Mojokerto.
Antara lain pada pohon yang berada di Jalan PB Sudirman, Jalan RA Kartini, Jalan Raden Wijaya, hingga di depan eks Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto. ”Karena sudah roboh dan hampir roboh, maka pohon kita lakukan pemotongan demi keamanan,” tandas dia.
Kemarin, DLH juga menindaklanjuti laporan masyarakat untuk melakukan pemangkasan pohon di Jalan Mojopahit. Amin mengatakan, petugas melakukan perapian sekaligus pengamanan karena terdapat batang pohon yang patah dan membahayakan pengendara.
”Tanaman glodok pecut kalau ketinggian di atas 15 meter itu kan melengkung, sehingga kita lakukan pemangkasan karena berpotensi membahayakan,” tutur dia.
Amin menyatakan, pemangkasan pohon akan terus dilakukan hingga sebulan ke depan di sejumlah ruas jalan protokol lainnya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Mojokerto jika sewaktu-waktu terjadi bencana pohon tumbang.
”Karena memang butuh waktu, pemangkasan akan kami lakukan terus menerus. Untuk pohon yang di lahan privat, kami juga imbau untuk sama-sama saling mengantisipasi jangan sampai nunggu roboh,” pungkas Plt Inspektur Kota Mojokerto ini. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah