Percepatan pengerjaan segera digeber untuk menjadikan akses kawasan wisata kian apik dan lebar. Konstruksi jembatan dilebarkan menjadi 6 meter dari sebelumnya 4 meter.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengatakan, tiga paket proyek yang masuk lelang dini sudah berkontrak.
Ketiga pemenang lelang kini sudah mulai ancang-ancang mengerjakan untuk merpercepat pembanguan daerah.
’’Teken kontraknya sudah kita lakukan pekan lalu. Saat ini ada uitzet (pengukuran ulang lapangan di awal pekerjaan), kemudian hasil uitzet akan dirapatkan lagi,’’ ungkapnya.
Menurutnya, tinjauan lapangan ini tak lain untuk mencari solusi terkait pembuatan jambatan darurat.
Sehingga akses jalan tetap dibuka seiring pengerjaan jembatan berlangsung.
’’Jadi, Insyaallah tidak ada penutupan jalan. Kami masih mencari solusi jembatan darurat. Saat ini sedang kami koordinasikan dengan kecamatan dan desa,’’ tegasnya.
Yang pasti, tandas Rinaldi, dengan teken kontrak pada awal tahun ini menjadikan pembanguan di Kabupaten Mojokerto kian cepat.
’’Apalagi, pekerjaan tiga jembatan ini berada di kawasan pariwisata, sehingga pekerjaannya dimulai di bulan Januari agar selesai lebih cepat. Sesuai perencanaan, pengerjaannya ada yang 240 hari kalender dan ada juga yang 210 hari kalender,’’ urai Rinaldi menegaskan.
Tiga proyek awal tahun itu adalah, belanja modal Jembatan Purworejo di ruas jalan penghubung Pacet-Trawas dimenangkan CV. Naga Kencana Wiratama asal Surabaya dengan penawaran Rp 4,7 miliar dari pagu Rp 5,3 miliar.
Lalu, belanja modal Jembatan Brugan di Kecamatan Trawas dimenangkan CV. Jaya Abadi asal Kota Mojokerto dengan penawaran Rp 1,8 miliar dari pagu Rp 2,2 miliar.
Juga, belanja modal Jembatan Kedungudi di Kecamatan Trawas yang dimenangkan dengan CV. Sido Mukti asal Kota Malang dengan nilai Rp 1,7 miliar dari pagu Rp 2,2 miliar.
’’Konstruksi jembatannya dilebarkan menjadi 6 meter dari sebelumnya 4 meter,’’ tuturnya.
Dalam teken kontrak, pihaknya menekankan untuk tetap mewaspadai faktor cuaca, beratnya medan, serta pengaturan arus lalu lintas.
Pelaksana juga wajib mematuhi ketentuan yang ada di dalam kontrak serta melaksanakan SOP yang telah ditetapkan oleh DPUPR.
’’Di lain sisi, kita mengedepankan komunikasi, sinergisitas, dan supervisi dalam setiap tahapan pekerjaan dengan direksi lapangan, PPTK, pengawas, serta tim pendampingan hukum. Insyaallah akan menjadi satu tim yang sama-sama punya tujuan menyukseskan pembangunan di Kabupaten Mojokerto,’’ jelasnya.
Menurutnya, perbaikan pada tiga jembatan ini sangat diperlukan untuk menunjang kawasan wisata. Baik di Kecamatan Pacet ataupun Trawas.
Apalagi, kondisi jembatan ini sudah memprihatinkan karena termakan usia. Pembangunan ini tak lain untuk memastikan wisatawan lebih aman dan nyaman.
’’Peningkatan wisata ini kan multiefek dari pembangunan infrastruktur. Berkat pembangunan infrastruktur yang masif di kawasan Trawas, sehingga muncul ekonomi baru, seperti kafe, warung, restoran, hotel, hingga wisata desa yang membuat Trawas lumayan macet saat akhir pekan,’’ paparnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah