Berlangsung sejak 2021, sektor peternakan mulai dirintis dalam unit usaha BUMDes Makmur Sejahtera. Awalnya, BUMDes milik pemdes Talok ini hanya menjalankan unit usaha toko kelontong dan alat tulis kantor (ATK).
’’Mulai perencanaan tahun 2021 itu, karena melihat background mayoritas warga kami juga merupakan peternak ayam. Utamanya di Dusun Talok,’’ kata Kepala Desa Talok Khoirul Anwar.
Usaha ternak ayam petelur ini mulai direalisasikan tepatnya Mei 2022 silam. Penyertaan modal sendiri bersumber dari program ketahanan pangan.
Telur yang dihasilkan sebagian dijual dan sisanya dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan.
’’Karena program ketahanan pangan, jadi sebagian hasil panen telur kita pasarkan. Sebagian lagi diberikan ke masyarakat kurang mampu untuk pemenuhan gizi,’’ ungkap Anwar.
Pengelolaan ternak ayam petelur ini langsung di-handle oleh warga yang memang merupakan peternak ayam. Sehingga, mutu dan kualitas telur yang dipasarkan sangat bagus.
Hasil telur yang dikelola BUMDes Talok bisa mencapai 50-60 kilogram dalam sekali panen. Total ayam petelur yang dipelihara saat ini sekitar 1.400 ekor.
’’Hasil telur dipasarkan ke lokal Mojokerto saja, uangnya untuk perputaran modal di BUMDes,’’ ulas dia.
Desa dengan enam dusun ini menjadi satu-satunya BUMDes yang bergerak di sektor peternakan di Kecamatan Dlanggu. Kendati demikian, Pemdes Talok juga terus menjalankan unit usaha ATK dan toko kelontong yang berada tepat di depan balai desa.
’’Jadi untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendongkrak perekonomian juga dengan pemberdayaan tenaga kerja dari masyarakat desa sendiri,’’ bebernya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah