Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemdes Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto Raih Penghargaan Desa Mandiri Digital dan Nontunai

Indah Oceananda • Sabtu, 13 Januari 2024 | 11:50 WIB

GEMILANG: Kepala Desa Japan Salim Udin mendapat penghargaan sebagai apresiasi penerapan transaksi PBB berbasis digital atau nontunai, akhir Desember lalu.
GEMILANG: Kepala Desa Japan Salim Udin mendapat penghargaan sebagai apresiasi penerapan transaksi PBB berbasis digital atau nontunai, akhir Desember lalu.
SISTEM transaksi pembayaran pajak daerah berbasis digital berhasil diterapkan secara konsisten oleh BUMDes Adipati, Desa Japan, Kecamatan Sooko.

Berkat itu pula, desa dengan tiga dusun ini berhasil meraih penghargaan desa mandiri secara digital dan nontunai akhir tahun lalu.

Kepala Desa Japan Salim Udin mengatakan, penerapan sistem pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) di Desa Japan berjalan tertib dan lancar. Itu setelah diaplikasikannya transaksi berbasis digital atau nontunai.

’’Kami mendorong setiap kepala dusun mulai beralih ke pembayaran tunai sejak awal tahun 2023 kemarin,’’ katanya.

Apresiasi penanganan transaksi desa mandiri digital dan nontunai itu diserahkan oleh Bupati Ikfina Fahmawati pada Desember lalu.

Salim berpendapat, dengan diterapkannya pembayaran nontunai yang dikelola BUMDes bisa mendorong kesadaran dan kedisiplinan masyarakat supaya melunasi pajak dengan tepat waktu.

’’PBB ini sebagai kewajiban bagi warga yang memiliki tanah dan bangunan. Penghargaan yang kami terima ini menjadi hasil kerja keras dan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajiban tersebut,’’ ungkap Salim.

Graha Adipati Japan, kantor BUMDes Adipati.
Graha Adipati Japan, kantor BUMDes Adipati.

Berkat kehadiran sistem digital ini, Salim berpendapat, proses transaksi lebih mempermudah masyarakat dalam berhubungan dengan layanan keuangan.

Terutama bagi yang belum memiliki rekening bank. Melalui peran BUMDes di desa tersebut, masyarakat dapat melakukan pembayaran pajak daerah, termasuk PBB, dengan lebih mudah.

Di samping itu, munculnya penggunaan transaksi digital ini, mampu mendorong BUMDes membentuk ekosistem keuangan inklusif.

’’Kami harap, dengan diterapkannya sistem ini bisa terus memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran kegiatan tanpa harus pergi ke bank. Karena, semua bisa dilakukan kapan pun dan di manapun. Semua fitur pembayaran juga sudah tersedia di sistem pengelolaan keuangan desa,’’ tandas dia. (oce/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten #kelana desa #japan #mojokerto