Utamanya soal kelayakan ruas Pacet-Cangar yang akan dilalui armada AKDP non ekonomi tersebut.
Telah dilengkapinya sejumlah sarana prasarana lalu lintas, jalan provinsi yang dikenal ekstrem tersebut dinilai representatif.
Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Pudjo Tri Suwalihadi menerangkan, standar operasional prosedur (SOP) hingga pelengkapan sarpras lalu lintas penunjang operasional angkutan rampung disiapkan.
Hal ini sekaligus sebagai upaya menekan risiko kecelakaan lalu lintas bagi moda transportasi umum di kawasan wisata tersebut.
’’SOP sudah dirancang. Salah satunya, angkutan ini wajib berhenti 10-15 menit di rest area Sendi untuk pendinginan rem. Kalau tidak begitu, tentu berisiko,’’ ungkapnya.
SOP tersebut diberlakukan meski 6 armada mini bus kapasitas 15 penumpang yang disiapkan PO Bagong atau PT Bagong Dekaka Makmur terbilang keluaran anyar.
Yang dinilai mampu melibas jalur tanjakan dan turunan curam di lereng Gunung Welirang tersebut.
’’Armadanya sendiri pakai Mitsubishi Canter yang dasarnya angkutan barang, bukan Isuzu Elf. Jadi, untuk tanjakan dan turunan lebih bandel. Kemampuan sistem pengeremannya lebih besar juga,’’ urai Pudjo.
Selain itu, ruas jalan alternatif Mojokerto-Batu yang bakal dilintasi transportasi umum tersebut dinilai representatif.
Puluhan rambu peringatan dan petunjuk, penerangan jalan umum (PJU) hingga pagar pengaman jalan (guard rail) tersebar di sepanjang jalan. Ditambah, tiga jalur penyelamat yang ada telah diperbaiki secara bertahap belakangan ini.
’’Untuk sarpras lalin kami rasa sudah memadai. Kami koordinasi dengan UPT PJJ Mojokerto DPU Bina Marga Prov Jatim untuk memperbaiki jalur penyelamat dan tambal sulam jalan akhir tahun lalu,’’ bebernya.
Terlebih, kesiapan jalur Pacet-Cangar tersebut telah diperiksa langsung oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kemenhub Ditjen Perhubungan Darat Desember lalu.
’’Memang beberapa waktu lalu sudah diinspeksi KNKT dan Kementerian, salah satunya untuk persiapan jalur AKDP ini,’’ tandas mantan Kepala UPT P3 LLAJ Malang ini.
Sementara itu, Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menambahkan, kelengkapan sarpras lalu lintas di jalur Pacet-Cangar dinilai mampu menunjang operasional angkutan Mojokerto-Batu beroperasi dengan baik.
Dipastikannya, sejumlah PJU aset Pemkab yang terpasang di sepanjang jalan saat ini berfungsi normal.
’’Untuk sarpras lalinnya sudah siap. Memang untuk hasil inspeksi dari Kemenhub beberapa waktu lalu masih belum kami terima,’’ terangnya, terpisah. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah