Kembali beroperasi akhir pekan ini, destinasi yang menjajakan kuliner tradisional dan bermacam pernak-pernik bambu itu siap membawa wisatawan ke nuansa tempo dulu.
Berkat dukungan pemerintah desa (pemdes) setempat, kini sarana dan prasarana di area Pasar Keramat kian sempurna.
Bukan melebih-lebihkan. Kepala Desa Warugunung Agus Sudarmaji sendiri mengatakan Pasar Keramat telah menjadi ikon wisata di desanya. Sejak dibuka setahun silam, wisata yang terletak di Dusun Wonokerto ini terus mendapat dukungan agar semakin berkembang.
Dari pembangunan jalan menuju lokasi wisata hingga peran mengedukasi pengelolaan sampah bahan serba organik yang diterapkan.
”Memang kita tidak bisa masuk ke dalam, karena itu bukan milik desa. Tapi kita membantu untuk mengembangkan dari sisi ekonomi kemudian sarana prasarana kita backup,” terangnya, kemarin. Pada 2024 nanti, pembangunan jalan akan menyentuh akses sisi timur tempat wisata.
Wisata Pasar Keramat dikelola kelompok masyarakat bekerja sama dengan berbagai pihak. Destinasi yang buka setiap Minggu Wage dan Kliwon ini dulunya lahan tidur milik beberapa warga yang dipenuhi rerumpun bambu.
Atas inisiasi warga, akhirnya disulap menjadi tempat wisata berkonsep tempo dulu. Area yang kini sudah berkembang menjadi seluas 1,2 hektare itu menjajakan kuliner tradisional, pernak-pernik berbahan bambu, hingga bentuk usaha UMKM lainnya.
Setelah sempat tutup, Pasar Keramat kembali dibuka beberapa bulan lalu. Penutupan dilakukan untuk melengkapi sarana dan prasarana mengingat animo pengunjung yang luar biasa. ”Dikembangkan terus dan lebih luas lagi,” ucapnya.
Minggu (24/12) nanti, wisata budaya itu tepat berusia setahun. Di hari itu, akan berlangsung berbagai pagelaran yang siap memanjakan pengunjung.
Keberadaan Pasar Keramat ini menjadi motor baru penggerak ekonomi warga. Beragam dagangan yang dijajakan warga di tempat wisata selalu ludes diborong pengunjung.
”Dengan jualan sebulan dua kali, ekonomi masyarakat sangat terangkat. Dan, akhirnya efek ekonomi ini juga meluas ke warga dusun sekitar termasuk melalui parkir,” bebernya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah