Pj wali kota menuturkan, peringatan Hari Bela Negara merupakan momentum untuk memberikan kontribusi nyata demi mewujudkan cita-cita bangsa. Mengingat, tantangan yang akan dihadapi ke depan akan semakin tidak terduga.
”Kita bukan hanya menghadapi ancaman fisik, tetapi juga ancaman yang tak kasat mata,” ungkapnya.
Karena itu, Ali Kuncoro mengingatkan pentingnya memiliki jiwa bela negara sebagai pilar utama dalam menghadapi situasi yang kian tidak menentu.
Dengan adanya pandemi, konflik global, revolusi teknologi, hingga krisis iklim, juga dapat membawa dampak dan risiko terhadap ketahanan negara.
”Semangat bela negara bukan hanya tanggung jawab aparat pertahanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Sehingga, tandas Ali Kuncoro, spirit bela negara tidak hanya ditanamkan ke dalam aspek militer saja. Tetapi, menjaga kesatuan dan persatuan NKRI merupakan tugas yang harus dipikul bersama-sama.
Karena itu, pada peringatan Hari Bela Negara ini semua lapisan masyarakat akan dirangkul untuk melakukan tindakan sekecil apapun. Terutama yang berlandaskan cinta kepada bangsa, pancasila, dan tanah air yang menjadi wujud konkret dari bela negara.
”Pada peringatan Hari Bela Negara ke-75 tahun 2023 ini, saya mengajak masyarakat untuk mengobarkan semangat bela negara dan meningkatkan rasa cinta tanah air,” serunya.
Dalam upacara tersebut turut diikuti perwakilan Forkopimda Kota Mojokerto, Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo, jajaran kepala perangkat daerah, serta camat dan lurah. Selain itu, peserta upacara juga terdiri dari lintas sektoral.
Meliputi TNI/Polri, korps penegak perda, korpri, ormas, hingga mahasiswa dan pelajar. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah