Pemkot Mojokerto mengharapkan agar terdapat peningkatan partisipasi pemilih untuk menyukseskan pesta demokrasi.
Pesan itu disampaikan Ali Kuncoro saat melakukan sosialisasi tahapan Pemilu 2024 di hadapan kader PC Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Kamis (14/12).
Bertempat di TPQ Al-Muttaqin Lingkungan Kedung Mulang, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Pj wali kota mengajak masyarakat untuk menyalurkan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) saat pemilihan serentak 14 Februari 2024 nanti.
’’Jangan pernah golput. Karena ibu-ibu saya anggap sebagai insan pemersatu,’’ terangnya.
Disebutkannya, di Kota Mojokerto terdapat kurang lebih 104 ribu pemilih pada Pemilu 2024.
Masing-masing akan mencoblos di 394 TPS yang tersebar di 18 kelurahan. Ali Kuncoro berharap, tingkat pertisipasi masyarakat bisa meningkat dibanding pemilihan edisi sebelumnya yang rata-rata 86,44 persen dari lima jenis surat suara.
’’Partisipasi masyarakat Kota Mojokerto luar biasa, harapannya nanti bisa ditingkatkan karena Pemilu ini memang penting untuk memilih pemimpin kita,’’ ulasnya.
Peningkatan partisipasi masyarakat juga diutamakan pada kalangan milenial dan gen Z. Karena kedua generasi tersebut mendominasi jumlah pemilih di kota yang mencapai 56,57 persen.
’’Jadi, saya nyuwun bantuan nanti tanggal 14 Februari 2024 agar melaksanakan pemilu dan memberi pencerahan bagi yang lainnya,’’ tandasnya.
Di samping itu, Pj Wali Kota Mojokerto juga berpesan agar pelaksanaan pesta demokrasi bisa berjalan dengan damai dan demokratis.
Untuk menjaga kondusivitas, dia juga meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh hoax atau kabar bohong.
’’Kalau mungkin ada sesuatu yang tidak benar, adu domba, fitnah, tolong segera diklarifikasi kepada yang lebih mengerti,’’ sebutnya.
Sosok yang juga Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jatim ini juga meminta masyarakat untuk menjaga kerukunan. Di antaranya dengan saling menghormati perbedaan pilihan politik.
’’Kalau ada perbedaan pilihan di antaranya panjenengan, jangan dipertajam atau diperuncing. Bahwa perbedaan itu adalah sebuah rahmatan lil alamin,’’ pungkasnya.
Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, pada Pemilu 2019 tingkat partisipasi masyarakat di Kota Mojokerto mengalami peningkatan berkisar 2-10 persen dari 5 jenis surat suara. Cakupan tertinggi pada perhelatan Pilpres sebanyak 86,79 persen.
Selanjutnya disusul pemilihan DPD 86,66 persen, Pileg DPR RI 86,46 persen, pileg DPRD Provinsi Jatim 86,43 persen, dan pileg DPRD Kota Mojokerto 85,89 persen. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah