Keberadaan desa di daerah perbatasan Mojokerto dengan Jombang ini menjadikan nilai plus bagi Pemdes Ngareskidul.
Dengan memanfaatkan tanah kas desa (TKD) yang dulunya merupakan pasar desa, Kepala Desa Ngareskidul Yasin Hidayat Kariyadi optimistis, rencana pembangunan rest area ini mampu mendongkrak serta mengangkat sumber pendapatan masyarakat.
’’Dulunya merupakan pasar desa, namun keberadaannya saat ini mati suri. Dan saat ini sudah kita usulkan di program 2024 nanti untuk mulai pembangunan rest area,’’ katanya.
Selama ini, Desa Ngareskidul juga telah memiliki banyak produk unggulan buatan masyarakat. Seperti keripik singkong dan pisang, minuman botol jamu tradisional, sentra produksi tahu, kerajinan kriya dan lukisan, dan lain sebagainya.
’’Dengan banyaknya produk inovasi yang dibuat masyarakat, sayang kalau hanya dipasarkan di event tertentu. Sehingga, keberadaan rest area ini nantinya diharapkan bisa mengangkat produk mereka agar pemasarannya lebih meluas,’’ papar Yasin.
Ia mengatakan, potensi pendapatan dari rest area yang bakal dibangun terbilang tinggi. Karena, letaknya berada di jalur strategis yang dilewati banyak pengguna jalan.
’’Karena dekat dengan perbatasan Kabupaten Jombang juga dan merupakan jalan nasional. Jadi, potensi ini harus dimanfaatkan,’’ imbuhnya.
Tak hanya memprioritaskan perekonomian warga, pihaknya juga memperhatikan aspek infrastruktur yang ada di desa dengan tiga dusun ini. Salah satunya, pembangunan poros jalan desa.
’’Yang betul-betul kita perhatikan adalah kesejahteraan masyarakat. Termasuk diantaranya memprioritaskan infrastruktur pembangunan desa, yatu jalan yang digunakan lalu lalang oleh masyarakat,’’ pungkas dia. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah