Pusat kerajinan batik yang berada di Jalan Kedungsari, Kecamatan Magersari ini akan menjadi percontohan nasional dengan koleksi karya terlengkap.
Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya menyatakan, untuk meningkatkan kualitas batik di Kota Mojokerto dilakukan berbagai upaya.
Di antaranya dengan memfasilitasi para perajin untuk mengikuti pelatihan berbasis kompetensi.
’’Saat ini sudah ada 27 perajin batik yang lulus SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dari balai batik,’’ sambungnya.
Bahkan, Pemkot Mojokerto juga memfasilitasi karya desain batik untuk didaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
Ani menyebut, dari sebelumnya 73 karya batik yang sudah dipatenkan, tahun ini bertambah 30 desain karya yang juga telah ditetapkan sebagai motif khas Kota Mojokerto.
’’Jadi, kini sudah bertambah menjadi 103 perajin yang sudah memiliki HAKI,’’ imbuhnya.
Selain itu, sebanyak 30 perajin batik Kota Mojokerto juga telah mendapatkan sertifikat halal.
Ani menambahkan, seluruh batik khas Kota Mojokerto akan diberikan ruang di Sentra IKM. Tidak hanya karyanya, tetapi pengunjung juga bisa menyaksikan langsung proses produksinya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah