Seperti di Desa Terusan, Kecamatan Gedeg yang membudidayakan dan mengolah tanaman telang untuk dijadikan produk unggulan bernilai ekonomi.
Desa dengan lima dusun ini memiliki Kelompok Wanita Tani (KWT) yang sangat aktif. Peranan tersebut mendorong Desa Terusan punya produk khas unggulan, yakni bunga kering dan minuman botol berbahan telang.
”Sudah jalan mulai tiga tahun ini. Berangkat dari tanaman telang yang memang liar dan banyak tumbuh di wilayah kami, sehingga diangkat menjadi ikon khas Desa Terusan,” kata Kepala Desa Terusan Eko Edi Sutarno.
Eko menambahkan, dengan memanfaatkan tanah kas desa (TKD) di sebelah makam Dusun Bagusan, pemdes memfasilitasi masyarakat mulai mengembangkan produk budi daya bunga telang. Kini, produk bunga telang buatan warga juga sudah dipasarkan secara lokal di daerah Mojokerto.
”Tak hanya anggota KWT, warga-warga juga saya ajak menanam telang di rumahnya masing-masing sekalian diajarkan cara mengolahnya. Toh, tanaman telang termasuk gampang merawatnya, lingkungan juga jadi tambah hijau dan asri,” sebut dia.
Setelah mengalami perkembangan budi daya telang, KWT Raflesia juga merambah budi daya toga. Dari tanaman tersebut, mereka bisa memasarkan produk olahan jamu tradisional.
Biasanya, saat momen tertentu, pemdes menggelar bazaar UMKM yang diisi dengan produk unggulan KWT.
”Seperti bulan Ramadan atau event lainnya, produk olahan ini dipasarkan di Pasar Bagusan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas,” tuturnya.
Tak sampai disitu saja, dua tahun terakhir, pemdes juga mengembangkan budi daya ikan tawar di lahan TKD tersebut. Sebanyak 18 kolam telah dibangun di lahan seluas satu hektare itu.
Hasil panen ikan, sambung dia, dikonsumsi oleh masyarakat sekitar. Terbaru, pemdes juga mulai menanam melon untuk dibudidayakan warga setempat.
”Karena prospeknya bagus di pasaran, jadi kita mulai kembangkan untuk menambah perekonomian masyarakat,” tandas Eko. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah