Pasalnya, usulan pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Dusun Talunbrak ke sejumlah wilayah lainnya bakal segera terealisasikan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyetujui revitalisasi dan rekonstruksi jembatan yang melintasi Sungai Lamong tersebut dengan mengucurkan dana hibah senilai Rp 14,086 miliar kepada Pemkab Mojokerto.
Rencananya, pelaksanaan proyek pembangunan jembatan akan dimulai tahun depan setelah penandatangan perjanjian hibah daerah (PHD).
Kepala Desa Talunblandong, Anton Suprapto mengatakan, kepastian revitalisasi jembatan disambut meriah masyarakat desa setempat.
Sebab, keberadaan jembatan yang representatif sudah sangat didambakan sejak belasan tahun silam.
Apalagi setelah jembatan mengalami kerusakan hingga doyong akibat derasnya terjangan aliran sungai Lamong saat banjir bandang tiba.
Sehingga warga terpaksa membangun jembatan darurat berbahan kayu bambu di sebelahnya sebagai satu-satunya akses yang bisa dilewati untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bertani, hingga bersekolah.
’’Sehari-hari masih dimanfaatkan warga. Jika tidak ada atau saat jembatan ini ditutup, maka warga harus memutar terlalu jauh. Tidak ditutup pun juga terlalu berisiko ketika banjir datang,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo'ie Afrida Soesetyo Djati menegaskan, rencana pembangunan jembatan kini sudah mencapai 99 persen.
Saat ini, pihaknya hanya tinggal menunggu realisasi pencairan anggaran pembangunan lewat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) dan penandatanganan Perjanjian Hibah Daerah (PHD). Yang diperkirakan akan berlangung Januari 2024 nanti.
’’Secara de facto rencana pembangunan jembatan Talunbrak sudah mencapai 99 persen, kini hanya tunggu proses de jure-nya saja,’’ tambahnya.
Sesuai usulan dalam e-proposal, konstruksi jembatan yang direhabilitasi nantinya akan menggunakan bahan baku baja dengan lebar 6-7 meter, panjang sampai 60 meter dan ketinggian mencapai 10 meter.
Dengan ukuran tersebut, nantinya jembatan bisa dilintasi kendaraan roda empat, baik mobil atau truk.
Padahal sebelumnya jembatan hanya bisa dilewati sepeda dan motor saja. ’’Konstruksinya rangka baja, ketinggian jembatan juga dinaikkan 2 meter untuk mengantisipasi banjir. Diprediksi mampu bertahan hingga 70 tahun kedepan,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah