PT KAI masih harus membatasi kecepatan KA yang lalu lalang dari Stasiun Mojokerto.
Pembatasan ini untuk mengevaluasi keamanan rel dari tingginya lalu lintas kereta sebelum dinyatakan stabil.
Humas PT KAI Daops VIII Surabaya Luqman Arif mengatakan, kecepatan sejumlah KA yang melewati Mojokerto sampai Surabaya masih akan diperlambat. Maksimal 60 kilometer (km) per jam dari sebelumnya 110 km per jam.
Pembatasan ini diakui Luqman lantaran Balai Teknik Perkeretaapian kelas I Surabaya masih perlu melakukan pengawasan.
Khususnya setelah proses peralihan (switch over) dari jalur tunggal ke jalur ganda sepanjang 33 kilometer tersebut.
’’Kami mohon maaf karena beberapa KA masih akan diperlambat kecepatannya. Karena balai teknik perkeretaapian masih perlu melakukan pengawasan bersama,’’ ujarnya.
Meski demikian, pembatasan tersebut tak lantas mempengaruhi perjalanan KA. Sebab, dengan diaktifkannya rel ganda, ada peningkatan frekuensi perjalanan KA.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan waktu tempuhnya juga meningkat. Termasuk menghindari adanya persilangan KA yang melewati di jalur yang sama.
’’Apabila pemeriksaan dinilai telah stabil, maka lintasan tersebut dapat dilalui KA dengan kecepatan sesuai Gapeka 2023,’’ tegasnya.
Hanya saja, sampai saat ini PT KAI masih belum menambah traffic KA yang melintas di stasiun Mojokerto.
Data yang diterima Jawa Pos Radar Mojokerto, jumlah KA yang melintas saat ini sebanyak 56 KA.
Terdiri dari rute jarak jauh sebanyak 32 KA, rute lokal berkisar 18 KA, dan KA angkutan barang sebanyak 6 KA.
Jika tidak ada halangan, tambahan kereta yang melintas akan berlaku saat libur natal dan tahun baru (Nataru) mulai 21 Desember hingga 7 Januari nanti. Sehingga lalu lintas KA di Mojokerto diprediksi akan semakin padat.
’’Tujuan dari jalur ganda memang untuk memangkas waktu tempuh perjalanan KA, meningkatkan frekuensi KA, dan menghindari persilangan kereta api yang melewati jalur tersebut,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah