Seabrek prestasi diraih desa yang diapit dua gunung Penanggungan dan Welirang ini.
Terbaru, desa ini berhasil memboyong dua juara sekaligus dalam lomba Desa Wisata Nusantara tahun 2023 yang diselenggarakan Kemendes PDTT RI.
Kedua raihan itu adalah juara 1 Lomba Desa Wisata Nusantara 2023 untuk kategori Desa Maju dan Mandiri dan terpilih menjadi Desa Wisata Terfavorit di ketegori yang sama.
’’Dengan predikat sebagai juara desa wisata nusantara ini semoga semakin memperkuat kekompakan dan kerja sama antarpihak. Sekaligus dapat memotivasi kami untuk selalu berbuat yang terbaik dan memberikan manfaat untuk banyak orang,’’ ungkap Kepala Desa Ketapanrame Zainul Arifin, Senin (27/11).
Ketapanrame terbukti berhasil menyisihkan 2.007 desa se-Indonesia yang tercatat mengikuti kompetisi ini.
Capaian ini menambah deretan prestasi bergengsi yang diperoleh pemdes.
Sekaligus, membawa dan mengharumkan bumi Majapahit di kancah nasional. Sebelumnya, Desa Ketapanrame sukses menjadi desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023 yang digelar Kemenparekraf RI.
Menurutnya, seluruh capaian ini tak lain hasil kerja keras dan kolaborasi apik yang dibangun pemdes dengan semua pihak selama ini. Mulai dari akademisi, bisnis, komonitas, pemerintah, hingga media.
’’Termasuk dukungan dan peran masyarakat juga menjadi bagian dari keberhasilan ini. Strategi kami adalah berbagi peran sesuai kapasitas masing-masing dengan memberikan kepercayaan dan tanggung jawab untuk melaksanakan tupoksi yang sudah ditetapkan dalam tim kerja,’’ paparnya.
Arifin menegaskan, segala potensi yang ada di Desa Ketapanrame yang memiliki luas 345,462 hektare bakal dikelola dengan baik.
Ada potensi kuliner, wisata wahana di Taman Ghanjaran wisata alam berupa Air Terjun Dlundung dan Sumber Gempong dengan kolaborasi sawah teraseringnya.
Juga ada petik kopi dan petik Jeruk Nagami. Kesemua itu dikelola BUMDes Mutiara Welirang.
’’Yang pasti, semua ini untuk kesejahteraan dan peningkatan pendapatan masyarakat,’’ tegasnya.
Benar saja, seabrek objek wisata yang dikelola dengan apik mampu meningkatkan taraf ekonomi warga. Sebanyak 5.389 jiwa penduduknya mendapat asas manfaatnya.
Termasuk, meningkatkan PAD desa. Sumber Gempong punya nilai jual cukup tinggi.
Itu lantaran panorama alam yang disuguhkan lebih menarik dan menjadi magnet wisatawan.
Begitu juga dengan Taman Ghanjaran yang ada sejak Desember 2018 ini juga menjadi magnet pengunjung dari berbagai daerah.
Baik untuk menikmati wisata kulinernya, alam, dan buatannya.
’’Jika dulu banyak yang menganggur, sekarang tidak ada. semua warga kita libatkan dan mendapat asas manfaat ekonomi,’’ bebernya.
Pengembangan wisata ini menjadi investasi warga. Dengan ketentuan, per-KK mendapat kesempatan membeli 10 lembar saham dengan nilai Rp 1 juta perlembarnya.
Dari dana Rp 1 juta yang mereka tanamkan, bisa menghasilkan antara Rp 30.000 sampai Rp 100.000 per lembar. Besarnya bagi hasil pendapatan warga yang berinvestasi, menyesuaikan jumlah pengunjung yang masuk.
Selain ke investor, asas manfaat juga dinikmati petani. Sawah yang semula hanya mendapatkan hasil panen, kini dapat tambahan dari tiap pondok yang berdiri di sawah.
’’Kepemilikan satu pondok, mendapatkan bagian 10 persen dari tiket masuk,’’ ungkap Ketua Unit Pengelolaan Wisata Bumdes Ketapanrame Saifudin.
Angka itu belum termasuk retribusi parkir dan wanawisata yang pendapatannya dibagi persentase dengan kelompok masyarakat yang memang dilibatkan aktif.
Ramainya pengunjung membuat desa bakal mengembangkan objek wisata tematik di Dusun Slepi.
Dengan harapan, desa dengan tiga dusun itu bisa menjadi segitiga emas wisata satu-satunya di Kabupaten Mojokerto.
’’Adanya wisata tematik nantinya akan melengkapi desa kami sebagai segi tiga emas. Jadi nanti, tiap dusun saling mendukung. Ada wisata alam, buatan, dan tematik,’’ urainya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah