Bertempat di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, sosok yang akrab disapa Ning Ita ini menampung saran dan masukan yang akan ditindaklanjuti oleh Pemkot Mojokerto.
Ning Ita menyatakan, peningkatan Jalan Empunala pada tahun 2022 telah membawa banyak dampak positif.
Antara lain, meningkatnya indeks infrastruktur daerah hingga pertumbuhan ekonomi yang naik signifikan. Salah satunya terlihat dari banyaknya pedagang angkringan.
’’Tapi ini tentu juga harus dijaga agar fasilitas yang ada di trotoar sekitar Jalan Empunala ini tidak rusak atau terkotori dengan banyaknya angkringan itu,’’ ungkapnya.
Sebab, ungkap wali kota, fasilitas yang disediakan di sepanjang Jalan Empunala bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Tidak hanya sebagai akses transportasi, tetapi juga menyediakan jalur pedestrian yang nyaman bagi pejalan kaki.
’’Memang sengaja kita berikan fasilitas yang sedemikian rupa supaya menjadi tempat nongkrong masyarakat di malam hari. Namun jangan dirusak dengan kendaraan-kendaraan yang dinaikkan ke atas trotoar,’’ tegas Ning Ita.
Selain mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas di sepanjang Jalan Empunala, Ning Ita juga meminta para pedagang angkringan untuk tidak menggunakan seluruh trotoar.
Wali kota mengimbau agar jalur pedestrian tetap difungsikan untuk memberikan hak bagi pejalan kaki.
’’Jadi, mohon agar tetap diberikan jalan untuk masyarakat yang ingin berjalan di trotoar,’’ urainya.
Untuk itu, Ning Ita berharap agar masyarakat di lingkungan sepanjang Jalan Empunala ikut saling mengingatkan satu sama lain.
Karena fasilitas yang ada di sepanjang jalan di jantung Kota Mojokerto itu dibangun sebagai fasilitas publik.
Sementara itu, Plt Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto Nara Nupiksaning Utama menuturkan, pemanfaatan infrastruktur di Jalan Empunala perlu dukungan dari masyarakat.
Karena pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan Satpol PP Kota Mojokerto untuk melakukan pengawasan dan penertiban.
’’Mohon kiranya bapak ibu bisa menjaga dan mengingatkan kalau ada oknum yang melakukan aktivitas yang tidak semestinya. Karena ini menjadi tugas kita bersama,’’ imbuhnya.
Setelah peningkatan Jalan Empunala pada 2022, tahun ini juga dilanjutkan dengan pembangunan lanskap.
Yakni berupa taman, kursi, lampu hias, hingga ornamen perahu atau Jung Majapahit.
Termasuk memasang barrier dan bollard berbentuk onde-onde agar trotoar tidak dilalui kendaraan.
’’Tentunya ini menjadi tujuan dari Pemkot Mojokerto agar kondisi Jalan Empunala menjadi lebih indah dan representatif,’’ tambahnya.
Dalam agenda sumbang saran tersebut diikuti sekitar 150 pedagang warga di sepanjang Jalan Empunala.
Turut hadir Camat Magersari Ary Setiawan, Lurah Balongsari Ageng Ardhyanto, Lurah Gunung Gedangan Andika Dewantara, serta Lurah M. Nurihudah. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah