Dengan sistem urban farming, terdapat beragam sayuran yang ditanam dengan memanfaatkan lahan milik warga.
Lurah Purwotengah M. Rifa’i mengungkapkan, kampung sayur telah menjadi salah satu potensi unggulan di Kelurahan Purwotengah.
Budi daya tanaman jenis sayur mayur yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi ini berada di Lingkungan Purwotengah Gang 5, RT 02/RW 01.
”Warga tetap produktif menanam beraneka jenis sayuran dengan memanfaatkan lahan yang terbatas di permukiman,” ulasnya.
Sejak dirintis satu dekade lalu, keberadaan Kampung Sayur Purwotengah kini sudah memiliki lebih dari 300 pot tanaman.
Seluruhnya berjajar di sepanjang gang kampung dan di depan rumah warga.
Jumlah tersebut belum termasuk sayuran yang dibudidaya dengan media polybag di pekarangan warga.
Rifa’i menyebutkan, secara berkala jenis sayuran yang ditanam bervariatif.
Dari total 32 anggota yang KWT Srikandi, masing-masing menanam sawi, kangkung, brongkol, terong, kele, hingga lobak.
Diharapkan, keberadaan Kampung Sayur Purwotengah dapat menunjang daya tarik wisata dari sejarah masa kecil Soekarno.
”Dari SDN Purwotengah, wisatawan juga bisa berkunjung ke kampung sayur,” papar dia.
Dijelaskan Rifa’i, pengunjung bisa merasakan sensasi memetik sayur segar secara langsung untuk dijadikan sebagai buah tangan.
Di samping itu, kampung sayur juga dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat terkait sistem penanaman urban farming.
Rencananya, Kelurahan Purwotengah akan mengembangkannya menjadi kampung tematik.
Karena selama ini, hasil produksi sayuran masih dimanfaatkan bagi warga sekitar yang membutuhkan.
”Tujuan ke depan akan kami jadikan sebagai kampung tematik. Sehingga sayur bisa dijual agar ada tambahan pemasukan bagi warga,” pungkasnya. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah