Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

IPSI Mojokerto Godok Konsep Preventif, Dampak Konvoi Perguruan Silat yang Kerap Berujung Ricuh, Cek di Sini

Martda Vadetya • Rabu, 8 November 2023 | 16:20 WIB

TENTUKAN SIKAP: Perwakilan perguruan silat se-Mojokerto berembuk di Padepokan IPSI di Desa/Kecamatan Gondang menyikapi aksi konvoi berujung ricuh belakangan ini.
TENTUKAN SIKAP: Perwakilan perguruan silat se-Mojokerto berembuk di Padepokan IPSI di Desa/Kecamatan Gondang menyikapi aksi konvoi berujung ricuh belakangan ini.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aksi konvoi perguruan silat yang kerap berujung ricuh, diatensi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Mojokerto.

Organisasi ini tengah menyusun konsep antisipatif untuk menekan pergerakan arus bawah agar hal serupa tak terus terulang.

Ketua IPSI Mojokerto Samsul Muarifin menuturkan, dua kali aksi konvoi berujung anarkis di Mojokerto Raya tak diharapkan masing-masing perguruan silat.

Justru, munculnya aksi tersebut ditengarai merupakan pergerakan arus bawah di internal perguruan.

”Aksi seperti itu mulanya tanpa sepengetahuan pengurus (petinggi) perguruan. Justru kelompok pemudanya yang di ranting, atau arus bawah, dari berbagai daerah ini yang menginisiasi. Setelah rencana aksi itu mencuat dan diketahui, pengurusnya sudah mengimbau supaya tidak perlu ada aksi tersebut,” ungkapnya.

Hal ini menjadi pembahasan serius dengan memanggil 17 perguruan silat se-Mojokerto untuk menggelar rapat koordinasi di Pendopo IPSI di Desa/Kecamatan Gondang, Kamis (2/11) lalu.

Disepakati agar pergerakan arus bawah yang acapkali memicu perselisihan antar perguruan silat untuk terus ditekan.

”Pada prinsipnya, bagaimana supaya anggota perguruan yang di bawah ini tidak sampai menyalahgunakan kemampuannya dengan hal-hal yang tidak baik seperti itu. Konsep ini sedang kita susun dengan bakesbangpol, TNI maupun kepolisian,” urai Samsul.

Menurutnya, hal tersebut bisa dicegah dengan meningkatkan intensitas silaturahmi antar perguruan silat.

Salah satunya, dengan menggelar kejuaraan pencak silat antar perguruan di Mojokerto.

”Kemungkinan akhir tahun ini kita akan selenggarakan kejuaraan. Jadi lebih kita arahkan untuk prestasinya,” terang Kepala SMAN 3 Kota Mojokerto ini.

Di samping itu, IPSI ancang-ancang menggandeng pihak terkait untuk menguatkan solidaritas antar sesama pesilat meski dari perguruan yang berbeda.

”Sempat kita diskusikan dengan Bakesbangpol agar memberikan sosialisasi ke masing-masing perguruan. Ini yang sedang kita matangkan lagi,” tandas Ketua IPSI.

Sebelumnya, ratusan anggota Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti meluruk Mapolres Mojokerto, Minggu (29/10) malam.

Mereka mendesak kepolisian agar segera menangkap oknum penyerangan dan penjarahan anggotanya di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Jumat (27/10) malam.

Yang kebetulan, Jumat (27/10) malam itu ratusan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi konvoi ke Mapolres.

Meminta mengusut tuntas penyerangan orang tak dikenal pada anggotanya di Kutorejo yang sedang latihan Minggu (22/10) dini hari.

Akibat dua aksi arak-arakan tersebut, massa konvoi berselisih dengan masyarakat dan pengguna jalan lain saat aksi dibubarkan petugas. (vad/ron)

 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#pesilat #preventif #ipsi #mojokerto