Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gelontor Setengah Kuintal Setiap Hari, Pemkot Mojokerto Jual Cabai di Bawah Harga Pasaran, Cek Detailnya!

Farisma Romawan • Selasa, 7 November 2023 | 15:20 WIB

MAHAL: Pedagang menata cabai di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, kemarin. Saropah, pedagang setempat mengatakan, harga cabai rawit saat ini mencapai Rp. 100.000/Kg.
MAHAL: Pedagang menata cabai di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, kemarin. Saropah, pedagang setempat mengatakan, harga cabai rawit saat ini mencapai Rp. 100.000/Kg.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lonjakan harga cabai di pasaran sepekan terakhir turut ditanggapi Pemkot Mojokerto.

Mulai Rabu (8/11), operasi pasar (OP) siap digeber Diskopukmperindag untuk memenuhi kebutuhan konsumen terhadap komoditas bumbu dapur tersebut.

Setidaknya 50 kilogram (kg) cabai setiap hari siap digelontorkan pemkot selama 10 hari kedepan dengan harga di bawah harga eceran pasar.

Kabid Perdagangan Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Heri Setiyawan mengatakan, OP menjadi satu-satunya solusi di tengah fluktuasi harga dan pasokan komoditas pangan.

Meski tak sebesar beras dan minyak goreng, namun cabai cukup banyak diminati masyarakat dalam memenuhi konsumsi setiap hari. ’’Sudah kami agendakan operasi pasar mulai tanggal 8 sampai nanti tanggal 16 November,’’ ujarnya.

Untuk pasokan sendiri, Heri mengaku sudah mendapatkan suplai dari petani sekitar wilayah Mojokerto, seperti di Pacet dan Dawarblandong.

Setidaknya 50 kg cabai rawit setiap hari siap dikirim untuk menyuplai pasokan OP.

Lagi-lagi, sistem subsidi transportasi kepada petani menjadi andalan agar bisa menyediakan bahan pangan murah kepada masyarakat. Dengan nilai subsidi sebesar Rp 500 ribu untuk sekali kirim.

’’Meskipun stok barang (cabai, Red) di petani menipis, namun masih bisa kami beli dengan biaya transportasi yang disubsidi,’’ imbuhnya.

Untuk harga jual, Diskopukmperindag menawarkan lebih murah, atau di bawah harga eceran sesuai perkembangan di pasaran.

Agar konsumen tak keberatan dalam membeli, pemkot menawarkan cabai dalam ukuran kemasan seperempat kg.

’’Karena cabai ini gampang membusuk, maka kami tawarkan dalam kemasan seperempat kg dengan harga yang dipatok sedikit lebih murah dari harga pasaran. Misalnya di pasar dijual seharga Rp 20 ribu (seperempat kg), maka kami bisa menjual Rp 17.500 atau Rp 18 ribu,’’ tandasnya.

Harga cabai sendiri merangkak hingga dua kali lipat dari harga normal sejak sepekan terakhir.

Dari yang sebelumnya hanya senilai Rp 35 ribu per kg, kini sudah mencapai Rp 70 ribu per kg.

Kenaikan ini dipicu oleh minimnya pasokan barang lantaran petani di beberapa daerah sudah tidak lagi memanen cabai akibat cuaca kemarau panjang.

Sehingga menyulitkan mereka menanam cabai akibat kesulitan pasokan air. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kota #cabai #mojokerto #harga #naik