Start dari Jalan Surodinawan, Kota Mojokerto, 11 ribu peserta dari penjuru wilayah se-Jawa Timur (Jatim) turut meramaikan ajang tahunan tersebut.
Para peserta tumplek-blek di seputaran jalan protokol Kota Mojokerto. Mulai Jalan Brawijaya-Jalan Hayam Wuruk-Jalan Mayjen Sungkono, hingga lurus menyusuri Bypass dan tembus Surabaya.
Sorak sorai sambutan warga Kota Onde-Onde tak luput dari pandangan seluruh peserta yang hadir.
Seolah menjadi oase hiburan masal bagi masyarakat pasca terbebas dari pandemi Covid-19.
’’Setelah sempat vakum tiga tahun berturut-turut karena pandemi Covid-19, hari ini gerak jalan Mojokerto-Suroboyo kembali digelar. Ajang ini juga dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November sekaligus Hari Jadi Provinsi Jatim ke-78,’’ ujar Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.
Wanita yang akrab disapa Ning Ita ini juga tak lupa menyampaikan manfaat dari diaktifkannya kembali ajang GJP Mojosuro.
Selain untuk membangkitkan semangat perjuangan masyarakat Jawa Timur, juga untuk membangkitkan kembali roda ekonomi masyarakat.
Utamanya yang berbasis usaha kecil menengah (UKM) seperti konveksi dan sablon, persewaan kostum, hingga jual beli minuman dan makanan ringan.
Dengan begitu, maka perputaran uang di masing-masing usaha semakin kencang berputar.
’’Maka, tentu pergerakan ekonomi di sepanjang rute yang dilewati gerak jalan ini (GJP Mojosuro 2023, Red) pasti akan bangkit dan pulih seperti sediakala. Semoga juga menjadi refleksi bersama atas perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan,’’ tegasnya.
Turut hadir dan membuka, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Ikfina Fahmawati dan jajaran forkopimda.
Disusul, tamu undangan dari Malaysia serta perwakilan dari Museum Rekor Dunia di Indonesia (MURI).
Yang turut memberikan penganugerahan berupa gerak jalan dengan mengarak bendera merah putih terpanjang di Indonesia.
Yakni sepanjang 178 meter yang menandakan tanda usia provinsi Jatim.
’’Kalau di Mojokerto adalah epicentrum Majapahit dalam menyatukan nusantara, maka hari ini kita berjalan menyusuri perjuangan Mahapatih Gajah Mada tersebut dalam menyatukan semangat perjuangan hingga sampai ke Tugu Pahlawan Surabaya,’’ terang Khofifah.
Dari 11 ribu peserta GJP Mojosuro yang terdata, terbagi menjadi dua klaster. Terdiri dari 8.040 peserta gerak jalan baik perorangan maupun beregu atau kelompok. Ditambah 3 ribu pesepeda kuno yang ikut mendampingi.
Tak sekadar berjalan biasa, para peserta juga mengenakan sejumlah kostum unik.
Mulai dari cosplay para pahlawan, pasukan pejuang 45 hingga para pejabat saat ini.
Termasuk cosplay hantu dan tokoh anime, hingga film action seperti spiderman atau superman. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah