Di hadapan masa, Kapolres menjamin aksi penyerangan yang dialami anggota perguruan tersebut Jumat (27/10) malam akan diproses hukum.
"Saya menjamin kejadian yang kemarin (Jumat, 27/10) kita proses sesuai hukum yang berlaku," terang Kapolres Mojokerto AKBP Wahyudi di hadapan massa.
Peristiwa tersebut terjadi seusai perguruan silat lain membubarkan diri dari konvoi yang digelar di Mapolres.
Disinyalir, oknum anggota perguruan silat lain tersebut menyerang dan menjarah ponsel dan sakral pesilat yang sedang latihan di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, itu.
"Ini sudah menjadi atensi pimpinan di Polda. Kami akan proses dan tindak lanjuti," terangnya.
Untuk mengungkap kasus yang telah dipolisikan tersebut, Kapolres meminta dukungan dan kerja sama dari masa konvoi yang hadir.
Sehingga, harapan bersama tersebut bisa segera terwujud.
"Kami selalu membuka pintu polres untuk dulur-dulur semua apabila mengetahui sedikit informasi untuk segera kita tindak lanjuti. Saya jamin, akan ditindak lanjuti," tandas eks Kapolres Kediri Kota ini.
Diberitakan sebelumnya, ratusan anggota salah satu perguruan silat menggelar konvoi di sekitar Mapolres Mojokerto, Minggu (29/10) malam.
Kelompok massa merupakan satu perguruan dari sejumlah daerah sekitar. Mulai dari Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Pasuruan hingga Jombang.
Terkonsentrasi di sekitar Mapolres, massa menutup Jalan Gajah Mada, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari.
Disinyalir, aksi tersebut sebagai dorongan bagi petugas untuk mengusut peristiwa yang dialami kelompoknya di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah