Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Personel dan Armada Blangwir Kota Mojokerto Kurang Ideal

Farisma Romawan • Senin, 23 Oktober 2023 | 14:15 WIB

BENCANA: UPTD Pemadam Kebakaran tahun ini masih akan tetap dinaungi Satpol PP Kota Mojokerto yang tetap ditunjuk untuk membahwahi urusan kebencanaan.
BENCANA: UPTD Pemadam Kebakaran tahun ini masih akan tetap dinaungi Satpol PP Kota Mojokerto yang tetap ditunjuk untuk membahwahi urusan kebencanaan.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Maraknya peristiwa kebakaran di tahun 2023 memaksa petugas Pemadam kebakaran (damkar) Kota Mojokerto kerja keras dalam memadamkan api.

Ditambah lagi tak kunjung padamnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan, sejak September lalu membuat beban kerja empat tim damkar semakin berat.

Meski jumlah personel dan armada yang tersedia belum ideal, namun urusan kemanusiaan, mereka tetap memprioritaskan.

Layaknya motto Pantang Pulang Sebelum Api Padam yang kerap didengungkan, Siaga 24 jam wajib dilakoni 23 petugas damkar Kota Mojokerto.

Utamanya selama musim kemarau tahun 2023 yang banyak memunculkan peristiwa kebakaran baik di dalam maupun di sekitar wilayah kota.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, setidaknya belasan insiden kebakaran tercatat setiap bulannya.

Paling banyak terjadi sejak bulan Juli hingga Oktober ini yang totalnya sudah mencapai 47 peristiwa.

Jumlah itu belum ditambah dengan insiden kebakaran yang ditangani mandiri oleh damkar swasta seperti PMK Gama atau PT Intidragon.

’’Hampir setiap hari tim kami pasti keluar melakukan penanganan kejadian. Bisa pemadaman kebakaran, evakuasi hewan liar maupun evakuasi orang pada situasi tertentu,’’ ujar Kepala Regu Damkar Kota Mojokerto, Suyitno.

Khusus untuk kebakaran, diakui Suyitno, tahun 2023 ini menjadi pekerjaan yang paling berat.

Pasalnya, cuaca terik dan panas tinggi disertai hembusan angin kencang membuat tiga tim yang ia pimpin harus bersusah payah saat berjibaku memadamkan api.

Dia lantas mencontohkan penanganan kebakaran tanggal 18 Oktober siang yang harus mengeluarkan seluruh personel dan armada di tiga titik api dalam waktu bersamaan.

Mulai dari lahan ilalang belakang SMAN 2; sampah di lahan kosong Jalan Srikaya, Perum Magersari; dan sampah di TPA Randegan Kedundung.

’’Belum padam kebakaran di SMAN 2, satu tim sudah dipanggil di Jalan Srikaya. Padahal, satu tim sudah bertugas menyemprot di TPA sejak pagi. Padahal idealnya dalam satu peristiwa minimal harus ada 2 tim yang menangani,’’ imbuhnya.

Atas dasar itulah, pria asal Wates ini memerlukan penambahan personel blangwir lagi agar penanganan kebakaran bisa lebih cepat lagi.

Apalagi, 3 dari 23 petugas yang tersedia, sudah memasuki masa purna. Tambahan ini agar penanggulangan kebakaran di tahun depan lebih efektif lagi.

Bahkan, idealnya bisa diisi 72 personel dengan tambahan 1 mobil crane damkar.

’’Tahun 2021 kemarin dapat tambahan 8 tenaga honorer, itupun masih kurang. Kalau idealnya memang satu shift diisi 18 personel, atau totalnya 72 petugas yang stand by bergantian,’’ tandasnya.

Meski begitu, kinerja pasukannya saat ini terhitung masih cukup responsif. Bahkan kurang dari batas maksimal response time menuju lokasi, yakni hanya 5 menit dari laporan diterima.

’’Maksimal kan 15 menit, kami bisa kurang dari itu, yakni 5 menit sudah sampai lokasi. Itu pun setelah laporan yang kami terima dari call center dan panic button 112 tervalidasi,’’ tandasnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Mojokerto, Modjari mengaku mulai melakukan pemetaaan dan perencanaan strategis (renstra) dalam penanganan dan penanggulangan bencana di Kota Mojokerto.

Khususnya kebakaran yang ditangani UPT Damkar yang dinaunginya. Tambahan personel hingga armada damkar bisa jadi akan diusulkan dalam APBD tahun 2024 mendatang.

’’Saat ini kami punya 23 personel dan butuh tambahan sampai 10 personel. Untuk armada, sudah ada tiga mobil berkapasitas 2.500 liter, 3000 liter dan 5000 liter. Cuman masih butuh satu armada yang terdapat crane atau tangga untuk menggapai titik api di lantai atas. Karena di Kota Mojokerto ini sudah banyak bangunan yang melebihi tiga lantai,’’ pungkasnya.

Editor : Fendy Hermansyah
#Pemadam #blangwir #kota #mojokerto #pmk