Puluhan petugas gabungan yang diterjunkan ke lokasi kembali berhasil memadamkan si jago merah.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menerangkan, karhutla dilaporkan kembali membara sekitar pukul 16.30 Jumat (20/10).
Setelah petugas patroli mendapati kepulan asap di lokasi yang sama. Petak 18B RPH Trawas BKPH Penanggungan, Desa Kedungudi.
”Jumat (20/10) sore, rekan-rekan patroli bersama melaporkan adanya kepulan asap di lokasi yang sama,” terangnya, kemarin sore.
Saat itu juga, sedikitnya 33 petugas gabungan kembali diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api secara manual.
Diduga, api kembali membara karena kencangnya hembusan angin.
Ditambah, banyaknya semak belukar kering yang mudah terbakar di lokasi.
”Api di petak yang sama. Tapi kali ini, api ada di sisi selatan dan menjalar ke sisi timur,” bebernya.
Khakim menyebut, api dinyatakan padam sekitar pukul 15.00 Sabtu (21/10).
Kendati begitu, belum diketahui pasti luasan area yang terdampak kembali manyalanya api berikut penyebab karhutla.
”Tim gabungan pemadam api sedang persiapan turun sore ini,” ujarnya.
Adanya karhutla ini membuat wisata pendakian Gunung Penanggungan via Kedungudi ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
Sebab, atas karhutla ini, wilayah Gunung Penanggungan dalam pemantauan petugas gabungan.
”Sejak dinyatakan ada karhutla ini jalur pendakian ditutup sementara sampai waktu yang belum bisa ditentukan,” tandas Khakim.
Sebelumnya, Rabu (18/10) petang karhutla Gunung Penanggungan sempat dinyatakan padam.
Setelah kali pertama dilaporkan terbakar Selasa (17/10) siang.
Kobaran api dan asap diketahui berada di atas wisata Petirtaan Jolotundo. Tepatnya Petak 18B RPH Trawas BKPH Penanggungan. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah