Mengaspalnya trasportasi murah dan ramah lingkungan ini diproyeksikan mampu mendongkrak ekonomi kreatif dan sektor pariwisata di tiga daerah. Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto.
’’Bus Trans Jatim koridor III rute terminal Kertajaya-Balongpanggang, Balongpanggang-Kertajaya marilah bersama-sama kita buka dengan bacaan basmallah, bismillahirrahmanirrahim mudah-mudahan manfaat lancar dan sukses, barokah,’’ ucap Khofifah saat peresmian.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, mengatakan, beroperasinya Trans Jatim cukup bisa membantu menurunkan inflasi yang ada di Jawa Timur.
Buktinya, pada koridor I berhasil memindahkan atau pola shifting masyarakat yang sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi R2 dan R4 beralih menggunakan Trans Jatim.
’’Kita diakumulasikan rata-rata penumpang per hari di koridor I sebanyak 4.500 sampai 5.000 orang per hari yang terangkut Trans Jatim,’’ ungkapnya.
Sebaliknya, Trans Jatim ini juga bisa membantu menurunkan emisi gas buang di Jawa Timur.
Sebab, mesin yang digunakan mesin euro 4 yang rendah emisi gas buang sehingga sangat ramah lingkungan.
’’Pada koridor II rute Surabaya-Mojokerto selama ini sudah memindahkan 2.500 sampai 3.000 orang penumpang per hari,’’ tegasnya.
Dengan mengaspalnya koridor III rute Mojokerto-Gresik kali ini, diharapkan mampu mendongkrak ekonomi kreatif di Jawa Timur.
Harapannya warga Jawa Timur dari Sidoarjo, Surabaya, Gresik, dan lain sebagainya bisa menikmati destinasi wisata di Kota dan Kabupaten Mojokerto dengan hanya membayar satu tiket. Rp 5 ribu untuk masyarakat umum dan pelajar atau santri Rp 2,5 ribu.
’’Dalam waktu dua jam penumpang juga tidak usah bayar lagi jika mau pindah koridor, cukup menunjukkan karcis yang sudah dibayar sebelumnya,’’ tegsanya.
Pada koridor III ini, kata Nyono, tersedia 20 bus dan 2 bus cadangan dengan waktu tempuh maksimal 1 jam dan jarak tempuh 30 kilometer. Sedang, untuk haltenya ada 40 titik dengan waktu boperasional pukul 05.00-21.00.
Dalam Trans Jatim ini juga ada beberapa kamera artificial intelligent dan ada inner kamera yang bisa deteksi dari command center JTC (Jawa Timur Transportation Control Center) yang berada di kantor dishub. Sehingga petugas bisa mendeteksi ketika ada pelanggaran dari driver.
’’Mungkin mengantuk atau main handphone atau melanggar kecepatan kita bisa ingatkan,’’ tuturnya.
Selanjutnya ada rute Sidoarjo-Surabaya via arteri, rute Gresik-Lamongan-Surabaya-Bangkalan. Kemudian Gresik-Lamongan dan Mojokerto-Pasuruan.
’’Dan untuk Trans Jatim koridor III ini mulai hari ini sampai 31 Oktober 2023 tidak kita kenakan tarif atau kita gratiskan,’’ ujarnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah