Itu setelah AS menyayat sendiri lehernya menggunakan sebilah gunting. Yang sempat menggegerkan warga Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, atas aksi percobaan bunuh diri yang dilancarkannya Sabtu (14/10) pagi.
Sehari pasca kejadian tersebut, AS masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo Surabaya. Luka sayatan di leher korban telah mendapat serangkaian tindakan medis lanjutan.
Dengan harapan, AS bisa segera pulih dari kondisi kritis akibat peristiwa berdarah yang dialaminya itu.
’’Saat ini korban masih dirawat dan ditangani di RSUD dr Soetomo,’’ terang Kapolsek Jatirejo AKP Syaiful Isro, kemarin.
Perawatan tak lain difokuskan pada luka serius di bagian leher korban. Lantaran saat kejadian, AS mengalami pendarahan hebat akibat luka sayatan di lehernya tersebut.
Namun pihak kepolisian belum bisa menjabarkan tindakan apa saja yang telah dilakukan tim medis untuk menyelamatkan nyawa korban.
’’Pada prinsipnya kita semua berharap semoga korban bisa segera pulih,’’ tandas Kapolsek.
Sebelumnya, AS sempat dilarikan RSI Sakinah sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, Sabtu (14/10). Itu karena luka sayatan di leher korban butuh penanganan medis lanjutan.
Setelah warga Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, digegerkan dengan aksi percobaan bunuh diri AS dengan menyayat lehernya sendiri menggunakan gunting.
Aksinya dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.30 yang kali pertama diketahui sang istri, IS, 34.
Yang tengah pulang ke rumah saat menjaga warkop tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Korban didapati dalam kondisi tergeletak di atas kasur dalam kondisi bersimbah darah dengan luka sayatan di lehernya.
Hasil olah TKP, polisi menemukan sebilah gunting dengan bercak darah yang disinyalir digunakan aksi percobaan bunuh diri tersebut.
AS yang bekerja di salah satu rumah potong ayam di Desa Modopuro ini diduga nekat hendak mengakhiri hidup lantaran tengah dirundung masalah kerja. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah