Sejak Senin (9/10), tambahan alat berat telah didatangkan untuk mengurai gunungan sampah yang terus mengularkan asap tebal.
Tak hanya itu, pembasahan lewat water bombing juga diusahakan bisa segera terealisasi agar api dan asap bisa segera dipadamkan.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, satu excavator besar telah didatangkan dan langsung bekeja di lokasi terbakarnya gunungan sampah.
Tambahan alat berat tersebut melengkapi satu excavator dan buldoser yang sudah lebih dulu bekerja.
Tak hanya alat berat, lima mobil pemadam kebakaran (damkar) juga disiagakan setiap hari untuk menyemprotkan air ke tumpukan sampah tanpa henti.
Keberadaan sumur air yang baru digali dalam diameter besar juga kian mengefektifkan penyemprotan.
Terbukti, dalam dua hari penguraian dan penyemprotan, kepulan asap yang sempat menyelimuti permukiman warga perum The Suam Residence dan Sekarputih sudah banyak tereduksi.
’’Asapnya saat ini sudah banyak berkurang setelah kami upayakan penguraian gunungan sampah di sisi barat. Besok (hari ini, Red) akan kami lanjutkan ke gunungan sampah sisi timur,’’ ujar Ketua Satlak Penanggulangan Bencana sekaligus Sekdakot Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo kemarin.
Meski demikian, upaya penanganan tidak hanya dengan penguraian dan penyemprotan mobil damkar.
Pihaknya juga masih meminta bantuan dari BPBD Pemprov Jatim untuk pembasahan sampah lewat water bombing.
Tujuannya tak lain, untuk lebih mengefektifkan pemadaman hingga dipastikan tak ada lagi titik hotspot api.
Hanya saja, permintaan yang sudah diluncurkan sejak pekan lalu itu belum juga terealisasi, mengingat masih pemprov masih memprioritaskan di daerah lain yang juga mengalami peristiwa kebakaran wilayah.
’’Kan tidak hanya di Kota Mojokerto saja. Daerah lain juga banyak yang mengalami kebakaran TPA maupun lahan hutan dan lebih urgent. Namun tetap kami tunggu untuk bisa memastikan sampah di TPA aman dari titik api,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah