Ketiganya yakni asisten perekonomian dan pembangunan (asisten II); asisten pemerintahan dan kesra sekretariat daerah (asisten I), serta staf ahli bupati.
’’Sekarang ada tiga jabatan eselon II B yang lagi lowong, yang baru asisten II memasuki pensiun, ’’ ungkap Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko, kemarin (5/10).
Saat ini, ketiga kursi itu diisi Plt. Di antaranya, asisten I dirangkap Kepala Dinas Kominfo Ardi Sepdianto dan Asisten II dirangkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Zaqqi.
Atas kekosongan tiga jabatan JPTP ini tak lantas membuat Pemkab Mojokerto langsung melakukan pengisian jabatan definitif. Pihaknya masih menunggu perintah bupati selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK).
Apakah dilakukan seleksi terbuka atau job fit terlebih dahulu. ’’Pengisian dalam waktu dekat, belum. Karena kita belum mengajukan izin ke komisi ASN,’’ tuturnya.
Yang pasti, kata Teguh, pengisian tiga jabatan lowong itu dimungkinkan dilakukan tahun ini. Hal itu seiring dengan alokasi anggaran yang sudah disiapkan pada P-APBD 2023.
’’Untuk kebijakan pengisian, keputusan tetap ada di PPK. Yang jelas kami siap. Baik langsung selter ataupun job fit dahulu, kita menunggu perintah dari PPK,’’ paparnya.
Hemat teguh, jika kehendak pimpinan dilakukan job fit, secara otomatis pengisian jabatan lowong di kursi jabatan eselon II B dilakukan setelah rotasi kepala OPD.
’’Mekanismenya sama. Kita tetap harus mendapatkan rekomendasi dari KASN dulu. Bedanya memutar saja dari eselon dua yang ada. Baru sisanya melalui selter yang kita ambil dari eselon di bawahnya,’’ tegasnya.
Selain kursi eselon II, sejumlah jabatan eselon III juga lowong.
Di antaranya, sekretaris disperka, sekretaris disnaker dan kabag hukum serta kabag perekonomian dan SDA serta camat Mojosari.
’’Prinsipnya, yang jelas kita sudah siapkan di PAK ini untuk anggaran melakukan selter maupun job fit. Tetapi tetap menunggu perintah PPK,’’ urainya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah