Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemdes Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Kembangkan Wisata Edukasi Durian

Martda Vadetya • Minggu, 1 Oktober 2023 | 11:40 WIB

POTENSIAL: Pemdes membagikan bibit pohon durian bagi petani dan seluruh warga Desa Jembul.
POTENSIAL: Pemdes membagikan bibit pohon durian bagi petani dan seluruh warga Desa Jembul.
SELAIN Trawas, Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, jadi wilayah penghasil buah durian yang cukup nikmat.

Hal ini membuat nama desa tersebut mulai dikenal wisatawan dari berbagai daerah. Terutama, bagi pecinta buah bercita rasa khas ini.

Melihat potensi yang dimiliki, pemerintah desa (pemdes) Jembul kini berancang-ancang mengembangkan wisata edukasi durian di kawasan Gunung Anjasmoro itu.

Bisa dibilang, hampir seluruh jenis durian populer ditanam di desa yang berada di ketinggian 650–750 mdpl itu.

Mulai dari durian montong hingga durian petruk. ”Selain montong ada lima jenis durian lokal. Ada durian duri hitam juga,” terang  Kades Jembul Marsudi.

Di Desa Jembul, panen raya durian terhitung setiap bulan Desember. Tak pelak, setiap akhir tahun Desa Jembul jadi jujukan wisatawan dan pecinta ‘raja buah’.

”Di sini yang dijual atau dipanen itu cuma durian yang jatuh dari pohon saja, jadi benar-benar masak pohon. Dan pembeli ini bisa menikmati sensasi makan langsung di kebunnya,” sebutnya.

Marsudi menjelaskan, salah satu potensi Desa Jembul adalah di sektor pertanian. Ini didukung dengan 90 persen warga bekerja sebagai petani.

Selain padi, para petani menanam alpukat, jagung, porang dan durian.

IDENTITAS DESA: Kades Jembul Marsudi tengah merawat dan mempersiapkan bibit pohon durian sebelum dibagikan ke warga.
IDENTITAS DESA: Kades Jembul Marsudi tengah merawat dan mempersiapkan bibit pohon durian sebelum dibagikan ke warga.

Potensi pertanian durian ini ditangkap dan diseriusi pemdes sejak 2017 silam.

”Tahun 2017 itu pertama kita bagikan 1000 bibit durian dan 500 bibit alpukat. Lalu tahun 2022 kita bagikan lagi 1000 bibit pohon durian. Setiap orang dapat 10 bibit dan ini murni dari desa,” ungkap kades.

Setelah empat tahun dari penanaman pertama itu, para petani mulai menikmati hasilnya.

”Semua warga di sini punya pohon durian semua. 85 petani yang terdata juga. Cuma yang fokus menanam durian itu ada 10 orang saja,” papar Marsudi.

Diakuinya, penjualan durian Gunung Anjasmoro relatif konvensional. Selain dijual secara langsung, warga menjual hasil panen pada tengkulak.

”Tahun lalu kita gandeng tenaga ahli untuk berikan pelatihan bagi warga bagaimana mengelola makanan dari durian. Supaya setiap panen hasilnya maksimal. Salah satunya, emping dari biji durian,” tutur Kades.

Kini Pemdes Jembul tengah ancang-ancang mengembangkan wisata edukasi durian. Selain menikmati buah durian langsung di kebunnya, para pengunjung bisa belajar bercocok tanam hingga mengenal seluk beluk tentang raja buah ini.

”Rencananya kita memang mengarah ke sana. Nanti itu bisa jadi PAD desa yang dikelola BUMDes,” tukasnya. (vad/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#desa #jembul #kabupaten #kelana desa #mojokerto #pemdes #kelana kota