Tambahan personel dan mobil damkar dari berbagai daerah juga akan disiagakan kembali sesuai kebutuhan.
Termasuk asupan nutrisi dan obat-obatan jika ditemukan warga yang terdampak asap pembakaran.
Bahkan, empat mobil damkar kini telah stand by di lokasi guna melakukan pembasahan di dua gunungan sampah yang terbakar.
Tambahan dua mobil ini setelah gunungan sampah di sisi barat yang dua pekan sebelumnya habis dilalap si jago merah kembali tersulut api.
Padahal, api sempat berhasil dipadamkan setelah lebih dari sepekan disemprotkan ribuan liter air tanpa henti.
Ketua Satlak Penanggulangan Bencana sekaligus Sekdakot Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, upaya penyemprotan masih terus digalakkan guna meredam gejolak api dan asap dari dalam gunungan sampah.
Khususnya saat siang hari yang dibarengi dengan cuaca dan suhu panas menyengat. Sehingga rawan membesar jika tidak diantisipasi dengan pembasahan.
’’Kami sesuaikan dengan kebutuhan. Jika dirasa butuh tambahan personel dan armada damkar, akan kami mintakan bantuan,’’ ujarnya.
Gaguk menjelaskan, sejak api dipastikan padam pada kebakaran pertama, 16 September lalu, pihaknya memang tidak serta merta menarik seluruh personel damkar.
Dua mobil damkar Pemkot tetap stand by untuk memantau sekaligus melakukan pembasahan di titik-titik rawan.
Dan jika muncul kebakaran kembali, maka bantuan dari instansi lain juga akan dikerahkan, baik dari kelompok sosial, perusahaan swasta, hingga pemerintah daerah (pemda) tetangga jika dirasa dibutuhkan.
’’Sementara ini masih kami tangani, jika memang ada bantuan, akan tetap kami lakukan komunikasi kembali,’’ tegasnya.
Sebelumnya, gunungan sampah di sisi timur juga turut tersulut api, Kamis (28/9) dini hari.
Tepatnya di bagian paling belakang TPA yang berdekatan dengan taman Bukit Teletubbies (zona non aktif TPA).
Lagi-lagi, suhu dan cuaca pantas yang menyengat membuat gas metana di dalam sampah mudah tersulut api. Hembusan angin yang kencang turut membantu api dengan cepat merembet ke bagian lainnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah