Digelontor Rp 3,1 miliar diharapkan nantinya mampu memunculkan tempat perekonomian baru di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Zaqqi, mengatakan, pembangunan RTH yang berlokasi di sebelah utara SMA 1 Sooko itu kini baru masuk proses lelang. Nilai pagu anggarannya sebesar Rp 3,1 miliar.
’’Saat ini masuk tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga. Kita target, kalau tidak ada kendala, pertengahan Oktober tender selesai, dan dilanjutkan pengerjaan,’’ ungkapnya.
Menurutnya, perluasan RTH ini memang menjadi komitmen Pemkab Mojokerto. Paling tidak ditargetkan satu kecamatan ada satu RTH.
Selain memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD), juga memanfaatkan aset pemerintah yang belum dioptimalkan.
Seperti halnya lahan seluas 1 hektare yang berada di jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko yang selama ini hanya difungsikan sebagai lapangan olah raga.
Zaqqi, menegaskan perluasan RTH ini untuk memperbanyak dan memberi ruang bermain bagi anak-anak di setiap wilayah. Sekaligus mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
’’Adanya RTH ini nanti ditargetkan mampu memunculkan roda perekonomian baru bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto. Termasuk bagian dari upaya pemerintah membuka lapangan pekerjaan bagi warganya,’’ tegasnya.
Benar saja, sesuai perencanaannya, pekerjaan pembangunan RTH ini nantinya dibagi lima zona.
Di antaranya, zona parkir, zona playground, fitness outdoor, Tirta Amerta, dan zona lapangan panahan. Dengan begitu kata Zaqqi, RTH ini tak sekadar ada tempat bermain, namun pemerintah juga memfasilitasi masyarakat untuk tempat olah raga.
’’Jadi multi fungsi. Nanti juga dilengkapi pujasera dengan berbagai kuliner yang dijual hingga fasilitas gazebo untuk tempat berteduh,’’ tandasnya.
Konsep pembangunannya berupa Mojopahitan. Dengan dua gapura sebagai pintu masuk dan dilengkapi pagar. ’’RTH ini bisa menjadi pilihan alternatif wisata keluarga, baik saat siang ataupun malam,’’ paparnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah