Kepala Desa Mojolebak, Ahmad Rianto, mengaku berterima kasih atas pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot Pemkab Mojokerto selama ini.
Hal itu juga selaras dengan fokus pemdes dalam pembangunan infrastruktur lingkungan.
Sebab, melalui penguatan infrastruktur ini bisa mengangkat perekonomian warga hingga pelosok desa.
’’Alhamdulillah hasil pengajuan pemerintah jalan Poros Mojolebak yang awalnya tidak bisa dilewati karena rusak parah dan banyak genangan saat hujan sekarang sudah dibeton oleh dinas PUPR dan mulus,’’ ungkapnya.
Pembangunan yang berlangsung dua tahap ini berhasil menuntaskan 3 kilo meter (km) berupa rigit beton dengan lebar 5,5 meter dan tebal 25 centimeter. Kondisi ini tentu membuat aktivitas warga kian lancar.
Terutama yang paling menonjol tak lain peningkatan ekonomi. Jika dulunya warga harus memutar saat berangkat kerja, kini sudah tidak lagi.
’’Termasuk aktivitas pertanian di desa juga semakin lancar. UMKM yang ada Dusun Ketapang, Dusun Sidowangi dan Mojolebak sendiri mendapat dampak positifnya. Dari segi ekonomi, berangsur-angsur meningkat dan bagus,’’ tuturnya.
Apiknya infrastruktur, kata Rianto memberikan multi efek kepada warga.
Pemdes mulai fokus mengembangkan BUMdes Mojolabak Jaya Berkah yang baru terbentuk 2022 lalu melalui persewaan kios.
Itu bagian upaya pengembangan produk unggulan UMKM warga.
’’Yang sudah terbangun ada empat kios dan ada delapan stan yang sudah kami siapkkan. Prasarana ini khusus kita siapkan untuk mengabangkan usaha-usaha kecil menengah warga Mojolebak,’’ tandasnya.
Kios-kos siap ditempati berada di depan kantor desa. Sesuai koordinasi, pengembangan pelaku usaha di desa ini disesuaikan dengan kesiapan warga sekarang ini.
Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan warga juga bakal dilakukan.
’’Prinsipnya untuk menumbuhkan perekonomian. Makanya, penguatan infrastruktur dan pengemangan BUMdes ini terus menjadi fokus pemdes,’’ paparnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah