Pembuangan sampah yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini kembali mampu menampung kurang lebih 60-70 ton sampah per hari.
Kabid Kebersihan DLH Kota Mojokerto Erijanto Mukti Wibowo mengungkapkan, hingga hari ke-10 terbakarnya TPA Randegan, upaya pemadaman menunjukkan hasil yang signifikan.
Meskipun, hingga kemarin tim Satkorlak Penanggulangan Bencana Kota Mojokerto bersama tim gabungan dan BPBD Provinsi Jatim masih bersiaga.
”Alhamdulillah sudah jauh berkurang, tinggal titik-titik api kecil saja,” ulasnya.
Sayangnya, upaya water bombing belum bisa kembali dilakukan seperti hari Minggu (17/9).
Karena setelah dilakukan survei oleh BPBD provinsi, kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan pemadaman dari udara.
”Karena cuacanya kurang bagus setelah disurvei tadi (kemarin),” imbuh dia.
Beruntung, api sudah dapat dapat dikendalikan agar tidak merambat ke seluruh area gunungan sampah.
Sehingga, kata Erijanto, TPA kembali bisa difungsikan secara normal untuk pembuangan sampah.
”Karena ada space yang tidak terbakar, sehingga masih ada tempat untuk membuang sampah,” ulas dia.
Untuk mengantisipasi agar api tidak menjalar ke tumpukan sampah yang baru, petugas juga telah membuat batas pemisah.
”Dikasih jarak yang cukup aman dan juga urukan tanah agar api tidak bisa lewat,” paparnya.
Dikatakannya, distribusi pembuangan sampah ke TPA sudah berjalan seperti hari biasanya.
Dia juga memastikan tidak ada sampah yang tertumpuk di TPS yang tersebar di tiga kecamatan se-Kota Mojokerto.
”Sudah normal untuk pembuangan sampah sekitar 60-70 ton per hari. Karena tidak ada lagi tempat pengalihan,” imbuh dia.
Seperti diketahui, berbagai upaya telah dilakukan untuk pemadaman TPA Randegan yang berkobar sejak, Jumat (8/9) lalu.
Selain menggunakan teknik pembasahan non-stop 24 jam dan penyuntikan air ke dalam gunungan sampah dengan 10 armada damkar, namun api belum bisa sepenuhnya dijinakkan.
Hingga akhirnya, Minggu (17/9) dilakukan 28 kali water bombing atau berkisar 22 ribu liter air yang didrop dari heli Super Puma ke area sampah yang masih mengeluarkan asap.
Hasilnya, kobaran api sudah berangsur padam hingga sore kemarin. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah