Selain mengandalkan cara manual, armada helikopter dilibatkan untuk melakukan water bombing.
Karhutla Arjuno-Welirang merambah ke wilayah Trawas dan Pacet. Sekitar tiga hari terakhir, api sudah tidak tampak membakar vegetasi di Blok Banggul Adem, Trawas.
Lokasi tersebut menjadi titik terakhir yang dilahap api setelah Blok Coban Luku, Curah Kluntung, dan Lali Jowo di wilayah Pacet terlebih dahulu dipadamkan.
’’Saat ini masih kami lakukan pemantauan intensif (di Blok Banggul Adem),’’ terang RPH 07 Tahura R Soerjo Yoso Sudariono.
Pemantauan dilakukan petugas gabungan guna memastikan api karhutla dinyatakan benar-benar padam.
Sebab sebelumnya, karhutla di Blok Banggul Adem sudah tiga kali nyala dan padam.
Hanya saja belum diketahui sampai kapan pemantauan dilakukan. ’’Kita lakukan pemantauan di pos pantau yang ada di Pacet,’’ ujarnya.
Pihaknya mengaku belum bisa melakukan inventarisir dampak karhutla Arjuno-Welirang bagi flora dan satwa di kawasan hutan lindung tersebut.
Lantaran masih menunggu status kebakaran dinyatakan benar-benar padam.
Sebab menurutnya, inventarisir dampak baru bisa dilakukan setelah karhutla dinyatakan padam secara menyeluruh.
’’Kalau masih ada titik api masih belum bisa, walaupun api ada di wilayah lain. Untuk ini, kami juga menunggu arahan dari pimpinan di Malang,’’ beber Yoso.
Sementara itu, karhutla gunung Anjasmoro di Desa Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (15/9) dinyatakan padam usai dilakukan water bombing Sabtu (16/9) sore.
Kebakaran menyasar vegetasi semak belukar dan ilalang di Kawasan Pusung Sundang Blok Torong Juglang.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menerangkan, helikopter Super Puma milik BNPB baru bisa diterjunkan ke Mojokerto setelah pemadaman secara water bombing di Arjuno-Welirang rampung.
Sebanyak 7.600 liter air ditumpahkan ke titik api.
’’Kapasitas water bombing 400 liter, dilakukan 19 kali pengambilan air di embung Dusun Kanigoro, Desa Bleberan, Kecamatan Jatirejo,’’ ungkapnya.
Diakuinya, titik pengambilan air sempat berubah dari rencana awal. Yang sebelumnya akan dilakukan di kubangan bekas galian C di Desa Bening Kecamatan Gondang.
’’Karena dekat dengan sutet akhirnya titik pengambilan air dialihkan ke titk lain. Karena itu berisiko bagi pilot helikopter,’’ beber Khakim.
Api karhutla dinyatakan padam Sabtu (16/9) sore setelah 19 kali disiram water bombing. Imbas luasan lahan yang terbakar dan penyebab karhutla masih dalam penyelidikan petugas.
’’Untuk penyebab karhutla, kemungkinan karena dibakar oknum tak bertanggung jawab. Seperti pemburu hewan atau membuka lahan. Lokasi ini masuk hutan lindung Tahura R Soerjo. Namun penyebab pasti karhutla masih dalam penyelidikan,’’ tandas Abdul Khakim. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah