Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemkot Mojokerto Permak Area Cagar Budaya Gapura Kolonial untuk Ruang Terbuka Hijau

Rizal Amrulloh • Sabtu, 16 September 2023 | 15:05 WIB

DIPERMAK: Area gapura Sekarputih yang berstatus cagar budaya difungsikan sebagai taman untuk memperluas RTH di Kota Mojokerto. Pemkot juga menambah RTH dengan membangun 10 taman.
DIPERMAK: Area gapura Sekarputih yang berstatus cagar budaya difungsikan sebagai taman untuk memperluas RTH di Kota Mojokerto. Pemkot juga menambah RTH dengan membangun 10 taman.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sejumlah aset lahan mati milik Pemkot Mojokerto kembali dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau (RTH). Salah satunya dengan membangun titik baru di area cagar budaya.

Plt Kepala DLH Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, pemanfaatan aset lahan untuk dijadikan taman menjadi salah satu upaya untuk memperluas RTH.

Itu seiring bertambahnya luasan Kota Onde-Onde berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3/2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2023-2043.

Dari semula 20,21 kilometer (km) persegi, kini luas wilayah Kota Mojokerto menjadi 20,48 km persegi. ”Karena luas wilayah bertambah, maka RTH juga harus ditambah,” terangnya.

Dalam perda RTRW tersebut, RTH minimal 20 persen dari luas wilayah Kota Mojokerto. Dengan total luas RTH saat ini 263,35 hektare, sehingga masih mencakup 15,28 persen.

”Untuk memenuhinya, tahun ini kita lakukan rehabilitasi dan pembangunan sepuluh taman,” ulasnya.

Salah satunya menyasar aset lahan di sekitar Gapura Sekarputih, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.

Di lokasi bangunan peninggalan kolonial yang telah ditetapkan menjadi cagar budaya itu kini dimanfaatkan sebagai RTH.

Kabid Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pertamanan DLH Kota Mojokerto Indra Suryadiansyah mengungkapkan, RTH Sekarputih menjadi salah satu dari titik pembangunan taman baru.

”Untuk taman Sekarputih sudah selesai pekerjaannya,” sambungnya.

Selain itu, perluasan RTH yang pembangunan juga sudah selesai di taman Kedungsari, Kelurahan Gununggedangan; taman Panderman, Kelurahan Wates; serta taman Suromulang Timur, Kelurahan Wates.

Tinggal di taman Suromulang dalam yang masih dalam proses pekerjaan. ”Lima paket ini semuanya pengadaan langsung,” terangnya.

Hanya pembangunan taman Prapanca, Kelurahan Mentikan yang dilakukan melalui proses tender.

Aset lahan bekas pasar unggas di lingkungan Cakarayam ini juga dialihfungsikan menjadi RTH dengan nilai kontrak Rp 799 juta.

Di samping itu, tahun ini DLH juga mengalokasikan pagu anggaran sekitar Rp 2,8 miliar untuk memoles empat taman lainnya.

Namun, sentuhan rehabilitasi itu tidak menambah luasan RTH. ”Karena untuk perbaikan saja. Seperti penambahan fasilitas dan perbaikan kualitas,” pungkas Indra. (ram/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kota #ruang terbuka hijau #cagar budaya #mojokerto