Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto bakal menjajaki metode alternatif untuk mendapatkan penyedia di sisa tahun anggaran 2023 ini.
Kabid Bina Marga DPUPR Perakim Kota Mojokerto Endah Supriyani mengungkapkan, evakuasi bangkai girder yang tenggelam di dasar Sungai Ngotok tetap diupayakan akan direalisasi tahun ini.
Meskipun, pelaksanaannya harus mundur pada akhir tahun akibat tiga kali gagal lelang. ’’Prosesnya tetap harus jalan di tahun ini,’’ terangnya.
Sebab, kata Endah, paket proyek yang dialokasikan dengan pagu Rp 1,3 miliar itu merupakan tindak lanjut dari hasil kajian pada 2022.
Karena terdapat 5-6 bentang balok beton yang ambruk di Sungai Ngotok pada proses pembangunan jembatan Rejoto 7 tahun silam.
Bangkai girder tersebut dikhawatirkan dapat menggerus fondasi jembatan yang menghubungkan Kelurahan Pulorejo dan Kelurahan Blooto saat arus sungai deras.
Di samping itu, evakuasi gelagar beton juga berkaitan dengan mulai dikerjakannya proyek Taman Bahari Mojopahit (TBM) yang dibangun di kawasan Sungai Ngotok.
’’Selain faktor keamanan konstruksi, juga dibutuhkan untuk TBM. Karena pekerjaannya sudah mulai jalan semua,’’ sebut Endah.
Namun, pihaknya mengaku masih akan menjajaki metode alternatif untuk bisa mendapatkan penyedia.
Meski masih berpeluang untuk dilaksanakan retender, namun proses lelang ulang membutuhkan waktu minimal satu bulan hingga diperoleh pemenang.
Sedangkan sisa waktu tahun anggaran 2023 hanya tersisa kurang lebih 3 bulan efektif. ’’Kita cari metode yang paling efektif dan efisien. Karena kan kejar-kejaran sama waktu (APBD 2023),’’ ulasnya.
Tidak menutup kemungkinan, DPUPR Perakim bakal menjajaki opsi penunjukan langsung. Karena skema tersebut memiliki durasi lebih pendek dibandingkan dengan tender.
’’Karena kemarin sudah tiga kali kita gagal, secara aturan alternatifnya adalah penunjukan langaung. Tapi nanti kami akan koordinasi dulu dengan bagian PBJ (Pengadaan Barang/Jasa dan Pembangunan),’’ pungkas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, paket dokumen pekerjaan pengangkatan bangkai girder jembatan Rejoto telah diajukan tiga kali lelang. Masing-masing pada Juli, Juni, dan Agustus lalu.
Namun, ketiga paket tender DPUPR Perakim Kota Mojokerto ini dinyatakan gagal lelang pada tahap evaluasi. Paket tender dengan alokasi pagu anggaran sebesar Rp 1,3 miliar ini sedianya dilirik oleh 28 penyedia.
Namun, dari dua calon rekanan yang melakukan penawaran dinyatakan tidak memenuhi syarat. Sehingga proses lelang tidak bisa dilanjutkan ke tahap kontrak. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah