Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tiga Kali Gagal Lelang, Pengangkatan Bangkai Girder Rejoto di Kota Mojokerto Terancam Molor

Rizal Amrulloh • Minggu, 10 September 2023 | 14:05 WIB

BAKAL DIEVAKUASI: Bangkai girder jembatan Rejoto yang ambruk 2016 lalu masih berada di bawah permukaan Sungai Ngotok.
BAKAL DIEVAKUASI: Bangkai girder jembatan Rejoto yang ambruk 2016 lalu masih berada di bawah permukaan Sungai Ngotok.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rencana Pemkot Mojokerto untuk melakukan pengangkatan bangkai girder jembatan Rejoto dari dalam Sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon, terancam molor.

Pasalnya, dari tiga kali proses pengajuan tender dinyatakan gagal lelang.

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) dan Pembangunan Setdakot Mojokerto Muraji menjelaskan, paket dokumen pekerjaan pengangkatan bangkai girder jembatan Rejoto telah diajukan tiga kali lelang.

Masing-masing pada Juli, Juni, dan Agustus lalu.

Namun, ketiga paket tender yang dinaungi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto ini dinyatakan gagal lelang di tahap evaluasi.

”Karena gagal lelang, berkas dikembalikan ke OPD-nya,” paparnya kemarin.

Sedianya, paket tender dengan nilai pagu sebesar Rp 1,3 miliar ini dilirik oleh 28 penyedia.

Namun, dari dua calon rekanan yang melakukan penawaran dinyatakan tidak memenuhi syarat. Akhirnya, proses lelang tidak bisa dilanjutkan ke tahap kontrak.

Muraji menyebut, dengan sisa waktu kurang dari empat bulan masih berpeluang untuk dilakukan retender.

Namun, proses lelang ulang bakal berdampak molornya pelaksanaan proyek.

Karena proses tender harus ditempuh mulai dari awal yang membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan hingga ditetapkan pemenang.

Selain itu, imbuh dia, pejabat pembuat komitmen (PPK) juga dapat mengambil opsi penunjukan langsung untuk mempersingkat waktu.

”Jadi, tahap selanjutnya OPD bisa penunjukan langsung,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Perakim Kota Mojokerto Endah Supriyani belum merespons saat Jawa Pos Radar Mojokerto menghubungi melalui sambungan telepon.

Sebagaimana diketahui, rencana evakuasi bangkai girder dilakukan berdasarkan hasil studi kelayakan tahun 2022 lalu. Terdapat 5-6 bentang balok beton sepanjang kurang lebih 50 meter yang ambruk di bawah permukaan air Sungai Ngotok.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menggerus fondasi jembatan yang menghubungkan Kelurahan Pulorejo dan Kelurahan Blooto.

Selain itu, pengangkatan juga berkaitan dengan dibangunnya proyek strategis nasional Taman Bahari Mojopahit yang mulai digulirkan tahun ini. (ram/ron)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#jembatan #kota #Rejoto #bangkai #girder #mojokerto