Dengan melibatkan warga, diharapkan bisa menjadi pendongkrak ekonomi, khususnya bagi para lansia.
Kepala Desa Ngingasrembyong, Kusdianto, mengatakan, berbagai program tengah digagas pemdes untuk mendongkrak perekonomian warga.
Jika sebelumnya, memanfaatkan lahan nonproduktif untuk budi daya ikan, kini mulai merambah ke kerajinan sapu ijuk.
’’Harapannya nanti supaya warga yang nganggur bisa kerja semua, baik pria maupun wanita,’’ ungkapnya.
Sebagai modal awal, pemdes sudah gelar pelatihan di tahun lalu. Sedikitnya ketrampilan ini diikuli sekitar 70 warga berusia lanjut.
Sehingga sebagai tindak lanjut, program ini bakal dilanjut pada tahun ini dengan di-support melalui dana desa.
’’Modal nanti kita berikan ke lansia. Kebetulan ada kelompok lansia di desa kami. Sehingga lansia ada kerjaan, selain senam rutin yang dilakukan tiap hari minggu. Action-nya, kita menunggu DD tahap tiga cair,’’ tuturnya.
Menurutnya pengembangan sapu ijuk ini cukup berpeluang. Apalagi, untuk bahan ijuknya, pihaknya sudah dapat dari rekan di Banyuwangi.
Sehingga hemat Kusdianto, untuk pemasarannya juga dipastikan tidak ada kesulitan.
Selain sapu ijuk ini menjadi kebutuhan tiap warga, pemdes juga bakal jajaki dengan sejumlah perusahaan untuk bisa menerima hasil kerajinan warganya.
’’Hasil penjualannya nanti masuk kas lansia karena kebetulan lansia desa kami langganan diikutkan lomba, baik tingkat provinsi maupun nasional,’’ tuturnya.
Tak sekadar itu, tiap tahunnya akan digelar karnaval. Sehingga sapu ijuk yang menjadi hasil kerajinan para lansia ke depan bisa menjadi ikon desa, bahkan Kabupaten Mojoketo.
’’Di sisi lain, kami juga masih terus fokus pengembangan wisata kolam pancing dan kuliner berbasis ikan,’’ tegasnya.
Pengembangan itu menjadi bagian Pemdes Ngingasrembyong untuk mengangkat perekonomian masyarakat setempat.
Apalagi, belakangan, budi daya ikan air tawar yang digagasnya sebelumnya sudah berhasil dan dirasakan masyarakat.
’’Prinsipnya ini bagian dari ambil peran pemerintah desa terhadap program ketahanan pangan yang juga menjadi fokus pemerintah pusat dan daerah,’’ paparnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah