Selain fokus di sektor wisata, pemdes kian getol menjajal sektor lainnya untuk membangkitkan roda perekonomian.
Usaha kuliner khas berupa keripik dalam kemasan mulai dirintis oleh masyarakat Desa Dilem.
Keripik kemasan itu dikembangkan melalui Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Mawar Melati dengan melibatkan masyarakat setempat. Kepala Desa Dilem Heru mengungkapkan, pengembangan Kampung Pusat Oleh-oleh keripik yang dimulai sejak tahun lalu.
’’Tujuan adanya TKM nantinya dibuat pusat oleh-oleh aneka keripik. Ini berfungsi untuk menunjang pariwisata terutama wisata Bukit Semar yang kini jadi jujukan banyak wisatawan,’’ katanya.
Dikatakannya, usaha kampung keripik ini merupakan inisiatif warga untuk menunjang pariwisata desa yang dihuni 225 jiwa itu.
Sekaligus diyakini bisa bermanfaat mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.
Adapun, varian oleh-oleh keripik khas Desa Dilem yang ditawarkan terdiri dari banyak jenis.
’’Bahannya sesuai dengan hasil tani di Desa Dilem. Seperti keripik talas, singkong, pisang, pare dan juga bayam. Untuk pemasaran di daerah terdekat,’’ lontarnya.
Menurut Heru, wilayah yang kini berstatus desa maju ini memiliki banyak potensi wisata dan ekonomi kreatif.
Oleh karenanya, selain mengembangkan wisata, pemdes saat ini juga berencana mengembangkan usaha air kemasan. Sebab, di Desa Dilem terdapat Sendang Nambi yang merupakan mata air murni.
’’Sendang yang terletak di Pos 1 Bukit Semar ini menghidupi dua desa, yaitu Desa Dilem dan Desa Kalikatir. Itu rencananya kita kembangkan untuk usaha BUMDes menjadi air kemasan,’’ papar dia.
Melalui pertimbangan BUMDdes, air dari Sendang Nambi layak diproduksi menjadi air minum kemasan.
Lantaran, airnya layak konsumsi meski tanpa dimasak.
’’Itu airnya layak konsumsi tanpa direbus dan sudah dites. Makanya, kita berencana mau membuka usaha BUMDes air kemasan yang bekerja sama dengan perusahaan,’’ tandasnya.
Heru menuturkan, selain mengandalkan pesona Bukit Semar, pihaknya saat ini juga tengah menyiapkan pembangunan kandang ternak terpadu.
Itu untuk menjaga keindahan lingkungan Desa Dilem sebagai desa wisata.
Sebab, kandang sapi milik warga berada di depan rumah.
’’Targetnya Desa Dilem bisa menjadi desa wisata. Nanti kita kembangkan wisata desa, kolam renang, wisata edukasi dan lain-lain di TKD termasuk penyewaan kandang terpadu,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah